NewsOlahraga

Euforia Sepakbola di Dimurthala Berakhir, Kompetisi Klub Bisa jadi Pengganti

1026
×

Euforia Sepakbola di Dimurthala Berakhir, Kompetisi Klub Bisa jadi Pengganti

Sebarkan artikel ini
Para penonton memadati Stadion H Dimurthala pada setiap pertandingan sepakbola PON XXI Aceh - Sumut, beberapa waktu lalu. FOTO/ MUHAMMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Euforia sepakbola PON XXI Aceh-Sumut di Stadion H Dimurtahala, Lampineung, Banda Aceh, telah berakhir, pemerintah diharapkan memikirkan menghidupkan kembali kebersamaan masyarakat dalam sepakbola.

“Ketika kita berbicara tentang sepak bola, tentunya kita berbicara tentang pesta rakyat dan siapa yang tidak mengenal sepak bola sebagai cabang olahraga raga paling digandrungi semua umur,” ujar Irwady A Ghafar, salah seorang pengamat sepakbola di Banda Aceh, Sabtu (28/9/2024) pagi.

Dia menjelaskan, peminat sepakbola, bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja, termasuk kaum wanita, khususnya remaja putri. “Fenomena ini terlihat jelas saat pelaksanaan sepakbola PON di Stadion H Dimurthala dan Stadion Harapan Bangsa,” tambahnya.

Stadion H Dimurthala foto beberapa waktu lalu.
FOTO/ MUHAMMMAD NUR oh

Irwady yang sempat memiliki klub sepakbola FC Adipo Beurawe, Banda Aceh pada era tahun 2000-an menyayangkan jika fenomena ini tidak bisa berkelanjutan. Dia menambahkan sepakbola sudah menjadi ajang pemersatu rakyat Aceh, bahkan sebagai hiburan keluarga.

Pantauan posaceh.com selama pertandingan sepakbola PON di Stadion H Dimurtahala, penonton bukan hanya dari kalangan pria, tetapi juga kaum ibu-ibu, remaja putri, bahkan ibu muda yang ikut serta membawa bayinya. Anak-anak juga ikut meramaikan tribun penonton yang berkapasitas 8.000 orang.

Kenyamanan dalam stadion juga terlihat, seperti larangan merokok, membuang sampah sembarangan dan petugas yang selalu memantau penonton. Sehingga, ramah untuk keluarga, karena kenyamanan didapat selama menyaksikan pertandingan sepakbola yang sebelumnya hanya digandrungi kaum pria.
“Tentunya, dengan mendapatkan kenyamanan yang ramah terhadap keluarga dan penonton, maka diharapkan ada keberlanjutan dari pemerintah daerah untuk mengambil peran menumbuhkembangkan lagi dunia sepakbola di tingkat umur,” harap Irwady.

Dia mencontohkan menggalakkan kembali turnamen antar umur yang diikuti sekolah sekolah sepakbola atau klub bola di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Peran dari pemerintah sangat diharapkan, khususnya dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melaksanakan kompetisi sepakbola secara teratur, mulai dari mingguan, bulanan dan tahunan,” harapnya.

“Agenda kompetisi sepakbola kelompok umur, dari anak-anak sampai remaja dapat dilaksanakan secara berkala,” ujarnya. Ditambahkan, ajang pencarian bakat sepakbola juga harus dibentuk dengan menggandeng PSSI Aceh.

Sehingga, nantinya, akan terbentuk satu tim sepakbola yang tangguh untuk mengikuti berbagai kompetisi, dari lokal sampai tingkat nasional. “Dua organisasi olahraga, Asprov PSSI dan KONI Aceh harus berperan aktif dalam pencarian bakat melalui berbagai kompetisi yang dihelat di Stadion H Dimurthala,” tambahnya.

Dia mengakui, Persiraja Banda Aceh sudah mendaftarkan markasnya ke PSSI, Stadion H Dimurthala dan Stadion Harapan Bangsa. Walaupun demikian, katanya, Stadion H Dimurthala dapat juga digunakan untuk kompetisi sepakbola lokal yang dikemas dalam sebuah event tertentu.

Dia menilai, Stadion H Dimurthala sudah sesuai untuk dijadikan sebagai ajang hiburan keluarga dalam sebuah pertandingan sepakbola. “Jika turnamen bisa dilaksanakan dalam waktu tertentu, maka euforia terhadap sepakbola akan muncul lagi,” katanya.

Disebutkan, turnamen bisa dilaksanakan sebulan sekali dengan cara melakukan komunikasi dengan pihak kub di Banda Aceh dan Aceh Besar serta Aceh pada umumnya yang bernaung di bawah PSSI kabupaten/kota.
“Jika ini dapat dilaksanakan, maka sepakbola Aceh akan terus berkembang dengan baik dan bibit-bibit muda juga bisa ditemukan di seluruh pelosok Aceh,” jelasnya.

Butuh Komitmen

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan komitemen semua pihak demi kemajuan sepakbola Aceh. Apalagi, sepakbola sedang naik daun, seperti pertandingan sepakbola PON, tribun dipenuhi penonton, baik di Stadion Dimurthala, maupun Stadion Harapan Bangsa.

Sementara itu, dia menyayangkan banyak klub sepakbola yang tidak aktif lagi, akibat krisis keuangan, baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Ditambahkan, sejumlah klub sepakbola yang masih aktif, di antaranya, PKSD Kalau, PS AMLA Lamteungoh, PS Lambhuk, Persela 90 Blang bintang, PS Karya Utama, Persakti 1980, PSKD Kajhu dan Tibang.(Muh)