posaceh.com, Beirut – Jet tempur Israel terus membombardir wilayah Lebanon Selatan dengan alasan menargetkan kelompok Hizbullah dukungan Iran. Gempuran membabi-buta itu menyebabkan puluhan ribu orang harus mengungsi ke tempat lebih aman, bahkan pengungsi Suriah juga ikut mengungsi.
Menteri Dalam Negeri Lebanon, Bassam Mawlawi mengatakan ribuan orang di Lebanon kembali mencari perlindungan di tempat penampungan darurat resmi sejak serangan udara intensif Israel kembali terjadi pada Kamis (26/9/2024).
Dikatakan, sebanyak 70.100 pengungsi saat ini terdaftar di 533 pusat penampungan sementara. Ditambahkan, sekolah juga telah diubah menjadi akomodasi darurat, karena masih ada gelombang besar pengungsi dari selatan, sebagian besar pengungsi dari Suriah.
Bassam Mawlawi mengatakan telah mengarahkan para gubernur untuk bekerja sama sepenuhnya dengan evakuasi massal dari wilayah selatan. Jumlah pasti pengungsi di Lebanon saat ini sulit ditentukan karena banyak orang yang mengungsi ke kerabatnya, sementara yang lain tidur di jalanan.

FOTO/ DPA
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 90.000 orang sebagai pengungsi baru sejak Senin (23/9/2024). Menurut PBB, ini bukan pertama kalinya banyak pengungsi harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari keselamatan dan memperkirakan jumlah pengungsi akan terus meningkat karena situasi masih bergejolak.
Sedangkan tentara Israel pada Senin (23/9/2024) malam telah menyerang lebih dari 1.100 target milik Hizbullah dalam 24 jam terakhir di Lebanon selatan dan timur. Militer Israel mengatakan telah menggunakan lebih dari 1.400 amunisi berbeda dalam 650 serangan jet tempurnya di atas Lebanon.
Pada Kamis (26/9/2024) jet tempur Israel kembali melanjutkan serangan udara di Lebanon. Kantor berita negara NNA melaporkan Israel telah mengebom sebuah gedung kota dekat Nabatyieh di selatan pada Kamis (26/9/2024) pagi, seperti dirilis DPA.
Lebih jauh ke selatan, setidaknya empat orang tewas dalam serangan di dekat perbatasan. Media pemerintah menyebutkan sekitar dua lusin lokasi di mana serangan terjadi pada malam dan pagi hari. Departemen Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan operasi penyelamatan, termasuk di Lembah Bekaa di timur.
Setelah serangan Israel, tim penyelamat mengevakuasi seorang gadis dan orang-orang terluka lainnya dari reruntuhan dan juga menemukan sejumlah jenazah, katanya.
Militer Israel menyatakan angkatan udara telah menargetkan sekitar 75 lokasi di Lebanon, termasuk Lembah Bekaa dan wilayah selatan. dengan target depot senjata dan peluncur roket Hizbullah.
Sementara itu, Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang.
Dimana, sebagian besar wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober 2022 lalu.
Masyarakat internasional telah memperingatkan serangan terhadap Lebanon, karena serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik Gaza secara regional.(Muh/*)











