posaceh.com, Jenewa – Ribuan narapidana (napi) Rusia yang diterjunkan ke zona perang Ukraina kembali menjadi penjahat saat kembali pulang ke rumah. Bagaimana tidak, kekerasan dalam rumah tangga meningkat tajam di Rusia selama konflik dengan Ukraina.
Pakar hak asasi manusia (HAM) PBB yang memantau Rusia mengecam meningkatnya kekerasan di negara itu yang disebabkan oleh mantan tahanan yang hukumannya dipersingkat atau diampuni untuk berperang di Ukraina.
Tetapi, saat kembali pulang ke rumah, para mantan napi itu kembali melakukan kejahatan, seperti pemerkosaan dan pembunuhan, sehingga dijebloskan kembali ke penjara.
Pakar HAM PBB, Mariana Katzarova, Senin (23/9/2024) mengatakan kembalinya mantan penjahat ke Rusia yang catatan hukumnya telah dihapus, menambah jumlah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Fenomena ini pertama kali muncul pada 2023 lalu, di antara para pejuang Rusia yang kembali. Katzarova mencatat pengampunan dan pengurangan hukuman di Rusia bagi tahanan yang setuju untuk berperang di Ukraina menjadi hukum rimba, seperti dirilis AP.
Berbicara kepada wartawan, Katzarova mengatakan sekitar 170.000 penjahat kekerasan yang dihukum telah direkrut untuk berperang di Ukraina.
“Banyak di antara mereka yang pulang, kembali melakukan kejahatan kekerasan baru terhadap perempuan, anak perempuan, anak-anak, termasuk kekerasan seksual dan pembunuhan,” katanya di Jenewa.
“Hal ini telah meningkatkan kekerasan terhadap perempuan di Rusia, yang sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi dengan ribuan perempuan meninggal setiap tahun akibat kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.
“Tidak ada hukum di Rusia yang secara tegas mengkriminalisasi kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan berbasis gender,” tambahnya. Perang Rusia di Ukraina memasuki tahun ketiga, dan Kremlin terus berupaya keras menambah pasukannya di sana.
Pada 2022, pihak berwenang memobilisasi sekitar 300.000 orang dalam panggilan parsial. Kelompok hak asasi manusia serta media Rusia juga melaporkan upaya merekrut narapidana yang menjalani hukuman di penjara di seluruh neger untuk berperang di Ukraina.(Muh/*)











