71 Santri Pondok Pesantren Al-Fauzul Kabir Angkatan ke-3 Di Wisudakan

  • Bagikan
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menyalami wisuda angkatan ke-III santri Al-Fauzul Kabir Kota Jantho (Program Satu Gampong Satu Hafidz), yang berlangsung di Halaman SMP 3 Al-Fauzul Kabir, Aceh Besar, Rabu (15/05/2024). FOTO/DJ88

posaceh.com, Kota Jantho-Sebanyak 71 santri tahfidz Al-Qur’an Pondok Pesantren Al-Fauzul Kabir Kota Jantho angkatan ke III tahun 2024 diwisudakan yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM.

“Ya, mereka yang diwisudakan pada hari ini yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tahfidz Al-Qur’an selama 3 tahun di Pondok pesantren atau SMPN 3 Al Fauzul Kabir,” kata Kepala Sekolah SMPN 3 Al Fauzul Kabir Sabri. S.Pd kepada media, Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu (15/05/2024).

Kemudian, Santri dan santriwati diwisudakan pada hari ini mereka adalah santri dengan hafalan Alqur’an 20 juz.

“Namun, dari jumlah tersebut hanya satu santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 20 Juz adalah atas nama T. Samsuar berasal dari Kecamatan Peukan Bada dan diikuti oleh beberapa santri lain dengan hafalan 15 sampai 16 Juz,” tuturnya.


Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menyerahkan sertifikat kepada santri lulusan terbaik pada acara tasyakur tahfidz angkatan ke III, bertempat di Halaman SMP 3 Al-Fauzul Kabir, Aceh Besar, Rabu (15/05/2024). FOTO/DJ88

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto yang menghadiri wisuda tersebut meminta kepada lulusan supaya bisa menjadi generasi yang menjaga dan penghafal Al-Qur’an secara lisan serta teladan dalam masyarakat.

“Maka, setelah keluar dari sini, para santri harus mampu mempertahankan dan bisa menyelesaikan hafalan 30 juz, dimanapun kalian melanjutkan pendidikan nantinya,” pintanya.

Selain itu, Iswanto berharap pondok pesantren Al-Fauzul Kabir selain focus pada program tahfidz, juga ditambah dengan ilmu-illmu tauhit dan pembelajaran kitab-kitab guna penguatan aqidah dan akhlak.

“Sehingga akan semakin memotivasi kita semua untuk melahirkan generasi Qur’ani dan Rabbani yang diridhai Allah SWT di Kabupaten Aceh Besar,” ungkapnya. (Dj88).

 

 

  • Bagikan