Nasional

5 Efek Setelah Donor Darah terhadap Tubuh dan Cara Mengatasinya

30
×

5 Efek Setelah Donor Darah terhadap Tubuh dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Ada efek setelah donor darah yang dirasakan oleh tubuh, namun tidak perlu khawatir karena gejalanya ringan dan mudah diatasi. FOTO/ANTARA

posaceh.com, Jakarta – Donor darah  merupakan kegiatan yang aman dan bermanfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Namun, seperti prosedur medis lainnya, terdapat efek setelah donor darah terhadap  tubuh yang perlu diketahui.

Secara umum, donor darah merupakan prosedur aman bagi orang yang sehat. Namun, beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping ringan setelah prosedur ini dilakukan.

Kabar baiknya, sebagian besar efek samping ini bersifat sementara dan dapat diatasi dengan mudah. Oleh karena itu tak perlu khawatir atau takut ketika akan berdonor darah.

Efek setelah donor darah dan cara mengatasinya
Dengan mengetahui efek dari donor darah, kamu jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Berikut ini beberapa efek setelah donor darah yang umum dialami orang-orang dan cara mengatasinya:

1. Pusing atau kepala terasa ringan

Mengutip NIH Clinical Center, efek samping yang paling sering dialami pendonor adalah pusing, lemas, atau kepala terasa ringan setelah donor darah. Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan sejumlah cairan dan volume darah dalam waktu singkat.

Gejala yang mungkin muncul, antara lain kepala terasa melayang, pandangan berkunang-kunang, badan lemas, mual ringan, hingga keringat

Cara mengatasinya:

* Segera duduk atau berbaring jika mulai merasa pusing.

* Angka kaki sedikit lebih tinggi dari posisi kepala.

* Minum banyak air putih.

* Konsumsi makanan atau camilan yang diberikan setelah donor darah.

* Istirahat selama 15-20 menit sebelum melanjutkan aktivitas.

Jika rasa cemas tidak kunjung membaik setelah 30 menit atau semakin parah, sebaiknya segera mencari bantuan medis.
2. Pingsan

Pada beberapa kasus, pusing yang berat dapat menyebabkan seseorang pingsan. Meski jarang terjadi, kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa cemas, kurang makan sebelum donor, atau kurang minum.

Cara mengatasinya:

Berbaring hingga kondisi membaik.
Longgarkan pakaian yang terlalu ketat.
Minum air putih setelah sadar sepenuhnya.
Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah donor.

Untuk mencegah pingsan, pastikan kamu sudah makan cukup dan minum sekitar 500 ml air sebelum melakukan donor darah.

Cara mengatasinya:

* Berbaring hingga kondisi membaik.

* Longgarkan pakaian yang terlalu ketat.

* Minum air putih setelah sadar sepenuhnya.

* Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah donor.

Untuk mencegah pingsan, pastikan kamu sudah makan cukup dan minum sekitar 500 ml air sebelum melakukan donor darah.

3. Memar di area bekas injeksi

Situs Lifeblood juga menulis memar atau lebam pada lengan merupakan efek samping yang cukup umum. Hal ini terjadi karena sedikit darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di bawah kulit saat atau setelah proses donor.

Ciri-cirinya, kulit berbuah menjadi warna menjadi biruan atau keunguan, nyeri ringan di sekitar bekas jarum, hingga pembengkakan kecil. Biasanya, memar akan hilang dalam beberapa hari hingga dua minggu.

Cara mengatasinya:

* Tempelkan kompres dingin selama 15-20 menit beberapa kali pada hari pertama.

* Setelah satu hari, gunakan kompres hangat untuk membantu mempercepat penyembuhan.

* Hindari mengangkat beban berat dengan lengan yang digunakan untuk donor.

* Nyeri pada lengan

Sebagian pendonor mungkin merasakan nyeri ringan atau pegal pada area bekas injeksi. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.

Cara mengatasinya

* Istirahatkan lengan yang terasa nyeri.

* Gunakan kompres dingin atau hangat sesuai kebutuhan.
* Jika perlu, konsumsi obat pereda nyeri yang tidak mengandung aspirin sesuai petunjuk penggunaan.

Apabila nyeri disertai kemerahan, bengkak, atau rasa mati, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

5. Reaksi alergi ringan

Berdasarkan situs Palang Merah Darah, dalam kasus yang sangat jarang, seseorang dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan atau cairan yang digunakan selama proses donor darah.

Cara mengatasinya:

* Laporkan gejalanya kepada petugas medis.

* Reaksi ringan biasanya dapat diatasi dengan obat antihistamin sesuai anjuran dokter.

* Jika muncul sesak napas, pembengkakan wajah, atau kesulitan menelan, segera cari pertolongan medis darurat.

Tips mengurangi efek samping donor darah

Agar proses donor darah berjalan lebih nyaman, cobalah lakukan beberapa hal berikut:

* Makan makanan bergizi sebelum donor.

* Perbanyak minum air putih sebelum dan sesudah donor.

* Hindari begadang pada malam sebelumnya.

* Istirahat cukup setelah donatur.
*,Jangan langsung melakukan olahraga berat atau mengangkat beban berat.

Konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan.

Demikianlah efek setelah donor darah dan cara mengatasinya. Jadi, jangan takut untuk mendonorkan darahmu, ya!(Muh/*)