Nasional

Wamenko Pangan: Konsumsi Susu Orang Indonesia Baru Setara Satu Sendok Per Hari

19
×

Wamenko Pangan: Konsumsi Susu Orang Indonesia Baru Setara Satu Sendok Per Hari

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026). FOTO/ANTARA

posaceh.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi susu sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas gizi dan kesehatan masyarakat menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Menurut Hanif, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah sehingga perlu menjadi perhatian bersama. Ia menilai peningkatan konsumsi susu penting untuk mendukung kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Mari kita selamatkan bangsa kita, dengan menyelamatkan generasi kita. Mari promosikan terus untuk minum susu setiap hari,” kata Hanif saat ditemui dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Hanif mengungkapkan, konsumsi susu nasional saat ini hanya berkisar 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun. Angka tersebut setara dengan konsumsi sekitar satu sendok susu per orang setiap hari.

Menurut dia, tingkat konsumsi tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Konsumsi susu kita sampai hari ini baru satu sendok per hari. Ini yang harus kita tingkatkan bersama,” ujarnya.

Susu Dinilai Penting untuk Dukung Kualitas SDM

Hanif menjelaskan, susu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.

Kandungan gizi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan tubuh, serta meningkatkan kualitas generasi produktif yang akan menjadi penggerak pembangunan nasional di masa depan.

Ia menegaskan, ketersediaan gizi yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Karena itu, peningkatan konsumsi susu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Segera gelorakan semangat minum susu. Wajib, karena sampai hari ini baru satu sendok (konsumsi susu), kita tidak mau kehilangan satu pun generasi kita setiap harinya. Bangun iklim, hilirisasi,” kata Hanif.

Dukung Indonesia Emas 2045 Hanif menilai momentum bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Menurut dia, edukasi mengenai pentingnya konsumsi susu perlu terus diperluas agar kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi semakin meningkat. Ia berharap peringatan Hari Susu Nusantara 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui gerakan minum susu yang lebih masif, Hanif berharap kualitas gizi masyarakat dapat meningkat sehingga mendukung terwujudnya generasi unggul dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.(Muh/*)