Internasional

45.028 Jiwa Melayang dan 106.926 Terluka Selama Gempuran 14 Bulan Israel di Jalur Gaza

578
Warga melaksanakan shalat jenazah korban serangan udara Israel di depan rumah sakit Deir al-Balah, Jalur Gaza, Palestina, Minggu (15/12/2024). FOTO/AP

posaceh.com, Gaza – Gempuran Israel dari darat dan udara ke wilayah Jalur Gaza, Palestina telah menyebabkan 45.028 jiwa melayang dan 106.926 luka-luka. Korban terbaru, serangan udara Israel menewaskan 52 orang dalam 24 jam terakhir sampai Senin (16/12/2024).

Kementerian Kesehatan Jalur Gaza tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan dalam penghitungannya, namun dikatakan lebih dari separuh korban jiwa, perempuan dan anak-anak. Militer Israel mengatakan telah membunuh lebih dari 17.000 pejuang Hamas, tanpa memberikan bukti.

Dengan jumlah korban tewas yang semakin meningkat, upaya untuk mencapai gencatan senjata meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini setelah berulang kali mengalami kegagalan. Qatar, Mesir dan Amerika Serikat telah memperbarui upaya untuk menjadi perantara kesepakatan di tingkat senior. Para mediator mengatakan tampaknya ada kemauan yang lebih kuat dari kedua belah pihak untuk mencapai gencatan senjata.

Tim penyelamat membawa korban tewas serangan udara Israel di rumah Deir al-Balah, Jalur Gaza, Palestina, Minggu (15/12/2024). FOTO/AP

Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah korban sebenarnya lebih tinggi karena ribuan jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan atau di daerah yang tidak dapat diakses oleh petugas medis. Perang terbaru sejauh ini merupakan pertempuran paling mematikan antara Israel dan Hamas, dengan jumlah korban tewas saat ini berjumlah sekitar 2% dari seluruh populasi Gaza sebelum perang yang berjumlah sekitar 2,3 juta jiwa.

Sebuah keluarga termasuk di antara korban tewas ketika serangan udara lainnya menghantam tempat perlindungan. Di antara korban tewas yang dilaporkan dalam jumlah keseluruhan korban adalah 10 orang, termasuk satu keluarga beranggotakan empat orang, yang tewas dalam serangan Israel pada Minggu (15/12/2024) malam di Kota Gaza, kata petugas medis Palestina.

Seorang pria membawa seorang anak yang meninggal ke rumah sakit Al-Aqsa Martyr, Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (14/12/2024). FOTO/AP

Serangan malam menghantam sebuah rumah di lingkungan Shijaiyah, timur Kota Gaza, menurut layanan darurat Kementerian Kesehatan. Tim penyelamat menemukan 10 jenazah dari bawah reruntuhan, termasuk dua orang tua dan dua anak mereka, katanya, seperti dilansir AP.

Israel mengklaim Hamas bertanggung jawab atas korban jiwa warga sipil karena mereka beroperasi dari dalam wilayah sipil di Jalur Gaza yang padat penduduknya. Kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina mengatakan Israel gagal mengambil tindakan pencegahan yang memadai untuk menghindari kematian warga sipil.

Perang dimulai ketika pimpinan Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik 250 orang lainnya. Israel merespons dengan pemboman besar-besaran dan serangan darat ke daerah kantong Palestina. Sekitar 100 sandera masih berada di Gaza, setidaknya sepertiga dari mereka diyakini tewas. Sebagian besar sisanya dibebaskan selama gencatan senjata tahun lalu.

Serangan terpisah terhadap sebuah sekolah pada Minggu (15/12/2024) di kota selatan Khan Younis menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk enam anak-anak dan dua wanita, menurut Rumah Sakit Nasser tempat jenazah tersebut diambil. Rumah sakit awalnya melaporkan serangan itu telah menewaskan 16 orang, namun kemudian merevisi jumlah korban tewas karena tiga mayat lainnya berasal dari serangan terpisah yang menghantam sebuah rumah.

Louise Wateridge, juru bicara UNRWA, badan bantuan PBB untuk Palestina, mengatakan bertemu dengan anak-anak yang terluka dalam serangan Minggu di sekolah yang menjadi tempat penampungan. Mereka termasuk seorang gadis berusia 17 tahun yang menderita cedera kaki parah dan luka pecahan peluru. Dia selamat bersama saudara kembarnya dan tiga saudara perempuan lainnya, kata Wateridge.(Muh/*)

Exit mobile version