2023 Ekonomi Indonesia Ditargetkan Capai 5,3 Persen

  • Bagikan
Target pertumbuhan ekonomi RI. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

*Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

posaceh.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan ekonomi Indonesia bakal tumbuh 5,3 persen di tahun 2023 (yoy). Ini ditopang belanja konsumsi rumah tangga sebagai penggerak mesin ekonominya, sejalan dengan berbagai proyeksi lembaga internasional yang menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 5,3 persen tahun ini.

“Pemerintah membakukan dan mempersiapkan target pertumbuhan di 2023 sebesar 5,3 persen (yoy),” kata Airlangga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (6/2/2023).

Airlangga menjelaskan, tahun ini mobilitas masyarakat kembali aktif bergerak sejalan dengan pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kembali meningkatnya konsumsi domestik, maka ekonomi Indonesia akan semakin resilien.

Sehingga konsumsi rumah tangga diperkirakan akan meningkat dan menjadi kontribusi bagi perekonomian nasional. “Mobilitas relatif meningkat sehingga konsumen di dalam negeri sudah kembali konsumsi dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi lebih dari 51 persen,” kata dia.

Di sisi lain Dana Pihak Ketiga (DPK) juga masih banyak yang parkir di perbankan. Dalam hal ini Pemerintah pun mendorong agar perbankan bisa menginvestasikannya untuk kebutuhan di dalam negeri. Sebab permintaan terhadap kredit masih terbatas.

“Walau kredit sudah naik di atas 11 persen tapi DPK di bank masih tinggi. Kalau ini dilepas kita masih punya potensi Capex didorong ke dalam negeri,” kata dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga punya anggaran lebih dari Rp300 triliun untuk menyelesaikan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Begitu juga dari sisi kinerja ekspor, investasi konsumsi dan program percepatan pemulihan ekonomi yang sudah masuk dalam anggaran setiap kementerian/lembaga.

Sehingga, berbagai anggaran tersebut akan didorong terserap agar dapat memberikan efek domino pada mesin-mesin ekonomi. “Program PC PEN ini sudah masuk ke kementerian/lembaga masing-masing agar bisa diakselerasi di tahun 2023,” kata dia. (merdeka.com)

  • Bagikan