Olahraga

129 Lifter Bersaing di Pra-PORA, Angkat Besi Membanggakan

2187
Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak menguji angkat barbel menandai dimulainya Pra-PORA III angkat besi di pusat latihan GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (11/12/2021). Foto : Ist.

posaceh.com Banda Aceh – Sebanyak 129 lifter putra dan putri dari 15 kabupaten/kota bersaing pada Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) III yang digelar di pusat latihan angkat besi, GOR KONI Aceh, Banda Aceh, 10 – 13 Desember 2021.

Pra – PORA III cabang olahraga angkat besi ini dibuka Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, Sabtu (11/12/2021) pagi.

Abu Razak mengatakan, dari prakualifikasi ini dapat muncul lebih banyak lifter potensial dan berprestasi putra maupun putri yang bukan hanya untuk lolos tampil ke PORA XIV/2022 Pidie akan tetapi untuk persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Sangat Membanggakan

Dalam kesempatan itu, Abu Razak mengapresiasi cabang olahraga angkat besi telah mengukir prestasi cemerlang dan sangat membanggakan, dengan dua lifter meraih dua emas di PON XX/2021 Papua.

Dua lifter itu yang mempersembahkan emas bagi Aceh di PON Papua yaitu, Zul Ilmi kelas 96 kilogram dan Nurul Akmal kelas +87 Kg.

Bahkan PON XX Papua, merupakan medali emas kedua dipersembahkan Nurul bagi Aceh, setelah PON XIX/2016 di Jawa Barat.

Sebelum tampil di PON Papua, Nurul mencatat prestasi sangat membanggakan, menjadi atlet Aceh kedua mewakili Indonesia yang bertanding di Olimpiade Tokyo, Juli 2021. Setelah, 33 tahun lalu atlet Aceh, Alkindi dari cabang olahraga anggar, pertama kali tampil di olimpiade Soul, Korea Selatan 1988.

Abu Razak berharap lebih banyak lagi muncul lifter putra dan putri Aceh berprestasi di PON dan mengikuti jejak Nurul Akmal.

Landasan Kualitas

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Aceh, Teuku Rayuan Sukma menyebutkan, konsep dan landasan pembinaan angkat besi Aceh mengutamakan kualitas bukan kuantitas, untuk mencapai prestasi di event nasional, PON dan international.

“Landasan kami kualitas. Buat apa kita banyak kali atlet kalau hanya jadi pengembira dan penonton. Prinsip pembinaan kami di PABSI Aceh, kualitas bukan kuantitas,” ujar Rayuan Sukma yang juga Wakil Ketua Umum III Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Aceh ini.

Oleh karena itulah, sebut mantan Kadispora Aceh ini, PABSI Aceh mampu mengukir prestasi di kejuaraan nasional dan PON. Berprestasi di Kejurnas, meraih dua medali emas PON Papua, Nurul tampil di olimpiade, dan bersama Zul Ilmi juga wakili Indonesia di kejuaraan international. Tahun 2021 ini, merupakan tahun prestasi bagi PABSI Aceh.

Diikuti 15 Kabupaten/Kota

Sebelumnya, Sekretaris Umum PABSI Aceh, Efendi Eria menjelaskan, sebanyak 69 lifter putra dan 60 putri utusan dari 15 kabupaten/kota tampil di Pra PORA.

Efendi menyebutkan, Pra-PORA III ini memperlombakan 10 kelas putra dan 10 kelas putri. (Sudirman Mansyur).

Exit mobile version