posaceh.com, Banda Aceh – Gemuruh bola usia dini menggema di Lapangan Mini Soccer Fourgee Lampriet. PSSI Aceh resmi menggelar Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 dan U-12 Tahun 2026 selama dua hari, 26–27 Juni 2026.
Ajang ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Desina, S.Pd., M.M., yang mewakili Kepala Dinas T. Banta Nuzullah, M.Pd.
Ketua PSSI Aceh, Nazir Adam, menegaskan festival bukan sekadar kompetisi. Ini ruang pembinaan teknis sekaligus karakter.
“Kami berharap dukungan penuh seluruh stakeholder di Aceh. Pembinaan karakter anak harus ditumbuhkan sejak usia 10 dan 12 tahun. Di sinilah fondasi pemain masa depan diletakkan,” ujar Nazir.
Senada, Desina dalam sambutannya menyebut festival sebagai laboratorium karakter.
“Festival sepak bola usia dini adalah wadah memperkenalkan diri dan karakter anak-anak menuju pemain handal. Sportivitas wajib dijaga, baik di dalam maupun di luar lapangan, demi keberlanjutan karier adik-adik di masa mendatang,” tegasnya.
10 SSB dan Akademi
Festival diikuti 10 tim dari berbagai daerah di Aceh. Tujuannya jelas: mengasah kemampuan, menambah jam terbang, dan memperebutkan tiket ke putaran nasional.
Kategori U-10 diikuti 4 tim yaitu
Rampagoe FA Banda Aceh, Lambhuk FA Banda Aceh, SSB Bijeh Get Aceh Selatan, SSB Barona Banda Aceh.
Kategori U-12 diikuti 6 tim yaitu Rampagoe FA Banda Aceh, Lambhuk FA Banda Aceh, SSB Bijeh Get Aceh Selatan, SSB Barona Banda Aceh, Persas Sabang, PSSB Bireuen.
Dengan format festival, PSSI Aceh menargetkan output ganda: peningkatan kualitas teknik pemain muda dan internalisasi nilai sportivitas sejak dini. Dua modal utama untuk menopang ekosistem sepak bola Aceh menuju pentas nasional. (Sdm/*).
