Daerah

1 Unit Rumah di Gampong Baro Jruek Ludes Dilahap Sijago Merah

2322
×

1 Unit Rumah di Gampong Baro Jruek Ludes Dilahap Sijago Merah

Sebarkan artikel ini
Satu unit rumah permanen milik M Gade (56) warga Gampong Baro Jruek, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie ludes dilalap sijago merah.Sabtu 21/5/2022 pagi. FOTO HARMADI

posaceh.com, Sigli – Satu unit rumah permanen milik M Gade (56) warga Gampong Baro Jruek, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie ludes dilalap sijago merah. Kejadian diperkirakan pukul 9.30 WiB, saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat, Sabtu (21/5/2022) pagi.

 

Dalam peristiwa itu sijago merah menghanguskan 2 unit sepeda motor, 4 ton padi, 10 sak beras dan seluruh perabotan rumah tangga ikut lenyap bersama amukan api yang diduga muncul akibat arus pendek.

 

Kabid Kesiap Siagaan dan Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pidie, Syahrial, S. Kep, MKM, mengatakan, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut keterangan pemilik, saat kejadian korban sedang tidak di rumah.

“Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, korban mengantarkan minuman untuk pekerja ke gampong tetangga,” katanya.

Satu unit rumah permanen milik M Gade (56) warga Gampong Baro Jruek, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie ludes dilalap sijago merah.Sabtu 21/5/2022 pagi. FOTO HARMADI

Lanjut Syahrial, saat pemilik rumah pulang dari mengantar air tiba-tiba dia melihat api sudah membubung tinggi dari atap. Masyarakat setempat langsung menghubungi petugas damkar.

“Saat pulang ke rumah pemiliknya melihat api sudah membumbung tinggi di atap rumahnya,” kata Syahrizal.

 

“Saat ada pengaduan kita langsung bergerak ke lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan,” tambahnya.

 

Karena kontruksi bangunan sebagian besar terbuat dari kayu, api dengan cepat menghanguskan rumah dan seluruh harta benda.

“Pengakuan warga setempat, diduga api berasal dari konsleting listrik sehingga menghanguskan bangunan semi permanen tersebut hingga ludes,” katanya.

 

Dampak dari kebalaran itu, katanya, 1 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 8 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya.(Harmadi)