posaceh.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan pada pemimpin RI selanjutnya untuk tetap menyetop ekspor bahan mentah. Dia berharap, presiden berikutnya tetap konsisten meski digugat oleh pihak lain.
Indonesia memang sempat digugat ke organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO) karena sudah menyetop ekspor nikel mentah sejak tahun 2019. Namun dari penyetopan ekspor nikel, lompatan pendapatan negara bisa naik menjadi berkali-kali lipat.
“Siapapun nanti pemimpin, presiden konsistensi itu harus kita jaga dan terus kita tingkatkan, jangan kembali lagi ke ekspor mentah lagi. Hati-hati kita semua harus mengingatkan, meskipun sekali lagi kita digugat,” ujar Jokowi dalam acara Kongres Legiun Veteran Indonesia (LVRI) di Plaza Semanggi, Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (11/10/2022).
“Kalau kita digugat dan kita mundur lagi, kapan lagi kita bisa menikmati komoditas dan kekayaan yang dimiliki oleh kita,” ucap Jokowi.
Jokowi mengungkapkan itu setelah ia bicara mengenai pengambilalihan wilayah Blok Rokan yang sudah 97 tahun dikuasai perusahaan asing Chevron, namun kini telah dikelola oleh Indonesia. Sama seperti PT Freeport yang kini saham mayoritasnya dimiliki Indonesia.
“Kemudian juga Blok Rokan, kalau Freeport itu sudah 51 tahun dikuasai oleh Freepoort Mc Moran AS. kemudian untuk blok rokan ini minyak dan gas yang sudah 97 tahun dikuasai oleh Chevron. Sekarang juga sudah 100 persen dimiliki oleh kita sendiri, saya belum cek ke sana. Bila ada waktu yang tepat saya ingin cek apakah ada peningkatan produksi, peningkatan income dari pengalihan seperti ini,” tuturnya.
Jokowi yakin sumber daya manusia dalam negeri mampu mengelola wilayah yang sudah dikelola oleh Indonesia. Dia pun menargetkan ekonomi RI terus tumbuh beberapa tahun ke depan. Bahkan, ia memprediksi Gross Domestic Product (GDP) RI akan merangkak naik ke peringkat atas dunia pada Indonesia Emas 2045.
“Saya yakin sekarang anak-anak muda kita, SDM kita, saya merasa sudah siap dalam pengambilalihan ini, ini akan terus kita lakukan sehingga target dari yang sudah kita itung nanti di tahun 2030-an Indonesia akan masuk nomor 7 GDP yang paling besar dunia,” kata Jokowi.
“Dan pada saat Indonesia emas hitungan kita sudah masuk ke 4 besar atau 5 besar ekonomi dunia, asal konsistensi ini terus kita jaga,” pungkasnya. (merdeka.com)











