Daerah

Zaini Djalil: Terkait Covid-19, Saat Ini Terpenting Dukung Kebijakan Pemerintah

2293

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Kebijakan Pemerintah yang meminta masyarakat untuk tetap di rumah, sering sering mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian merupakan beberapa contoh kebijakan Pemerintah terkait Penanganan virus Corona atau Covid-19 yang perlu mendapat dukungan semua elemen masyarakat.

Demikian penegasan Ketua Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh, H Zaini Djalil SH kepada Media Pos Aceh di ruang kerjanya Sekretariat Partai NasDem Aceh, Lampineung, Banda Aceh Jumat (10/4/2020) sore.

Menurut Advokat senior Aceh ini, pemerintah sudah harus dapat segera memberikan solusi kepada masyarakat yang terimbas baik fisik maupun kejiwaan nya akibat wabah virus Corona yang juga di alami oleh negara negara di seluruh belahan dunia. “Saat ini yang paling penting adalah mendukung kebijakan pemerintah seperti mencuci tangan, jaga jarak, hindari keramaian dan tidak keluar rumah kalau tidak terlalu penting. Ya boleh juga mengkritik pemerintah tapi jangan nyinyir atau berlebihan, sehingga setiap kebijakan pemerintah dianggap salah, justru kritik yang nyinyir akan membuat pemerintah salah kaprah dan bingung dalam mengambil setiap kebijakan,” tegas Zaini Djalil.

Zaini mengharapkan, untuk saat ini dimana seluruh dunia sedang mengalami darurat Corona, ada baiknya seluruh elemen masyarakat untuk jeda dulu menggunjing pemerintah, perlu sama sama bahu membahu dan fokus untuk menyelesaikan bencana ini, tidak cukup hanya pemerintah yang turun tangan, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Tak terkecuali para politisi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari elemen masyarakat Aceh yang harus ikut bertanggung jawab untuk berkontribusi memberikan masukan masukan kepada pemerintah agar bisa mengambil kebijakan dan keputusan yang cepat, tepat dan tuntas. “Mari kita bersatu padu dan bergandengan tangan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah untuk keluar dari masa sulit ini,” pungkas Zaini Djalil, Ketua Partai NasDem Aceh.(T Azhari)

Exit mobile version