posaceh.com, Tapaktuan – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Aceh Selatan mengonsolidasikan kepengurusan di 18 kecamatan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di Tapaktuan, Minggu (11/10/2026).
Forum tersebut menjadi ajang pemilihan ketua dan pembentukan struktur kepengurusan PPP di tingkat kecamatan. Setelah struktur terbentuk, tantangan berikutnya adalah memastikan pengurus dan kader aktif menjalankan tugas organisasi.
Ketua DPC PPP Aceh Selatan, Yenni Rosnizar, mengatakan Musancab tidak sekadar menjadi agenda pembentukan kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat soliditas dan menyatukan langkah kader.
“Musancab ini menjadi momentum bagi PPP Aceh Selatan untuk memperkuat soliditas dan menyatukan langkah seluruh kader. Kami ingin membawa PPP menuju arah baru yang lebih maju, dengan organisasi yang semakin solid dan terbuka bagi generasi muda. Alhamdulillah, saat ini semakin banyak kader milenial yang bergabung. Ini menjadi semangat bagi kami untuk membangun partai yang lebih aktif, progresif, dan mampu hadir di tengah masyarakat,” ujar Yenni kepada Posaceh, Senin (12/10/2026).
Menurut Yenni, kepengurusan di tingkat kecamatan diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkader dan menjaga keberlangsungan kegiatan organisasi.
Ia menegaskan, keberhasilan konsolidasi tidak cukup diukur dari terbentuknya struktur kepengurusan. Aktivitas pengurus dan keterlibatan kader di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.
“Kekuatan partai tidak hanya diukur dari terbentuknya struktur kepengurusan, tetapi dari sejauh mana pengurus dan kader bekerja serta hadir di tengah masyarakat. Karena itu, konsolidasi di 18 kecamatan ini harus menjadi awal kerja nyata untuk memperkuat PPP di Aceh Selatan,” kata Yenni.
Melalui Musancab tersebut, DPC PPP Aceh Selatan menata kepengurusan di tingkat kecamatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda partai berikutnya.(Ade)











