Ekbis

Yamaha XSR155 vs Kawasaki W175 Street: Motor Retro Modern vs Retro Klasik

23
Yamaha XSR155 vs Kawasaki W175 Street.FOTO/

posaceh.com, Jakarta –  Di kelas motor retro ringan, Yamaha XSR155 dan Kawasaki W175 Street menjadi dua pilihan populer bagi rider yang menyukai tampilan klasik tetapi tetap cocok dipakai setiap hari .

Keduanya sama-sama punya aura warisan, namun filosofi dan karakter berkendaranya sangat berbeda.

Secara konsep, Yamaha XSR155 lebih fokus pada retro modern dengan performa sporty dan teknologi masa kini, sementara Kawasaki W175 Street mempertahankan nuansa motor klasik tradisional dengan karakter santai dan sederhana.

Yamaha XSR155 memakai mesin 1 silinder kapasitas SOHC 4-klep VVA pendingin cairan yang sama seperti Yamaha R15 dan MT-15. Mesin ini menghasilkan tenaga 18,7 hp pada 10.000 rpm dan torsi 14 Nm pada 7.500 rpm.

Karakter mesinnya terasa responsif dan sporty terutama pada putaran menengah hingga atas. Teknologi VVA membuat tenaga tetap terisi baik di rpm rendah maupun tinggi.

Handling menjadi salah satu kekuatan terbesar XSR155. Rangka Deltabox dan suspensi inside-down membuat motor ini terasa lincah dan stabil saat menikung maupun riding cepat.

Dari sisi desain, XSR155 menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan modern. Tangki model waterdrop, lampu bulat LED, dan jok flat membuatnya terlihat retro, namun detail keseluruhannya tetap modern dan sporty .

Posisi riding yang tegak dan ergonominya cukup nyaman untuk harian maupun touring ringan. Motor ini terasa fleksibel dipakai berbagai gaya berkendara. Fitur-fitur modern seperti assist & slipper clutch, full LED lighting, panel digital, dan suspensi USD membuat XSR155 terasa jauh lebih modern dibandingkan banyak rival retro di kelas kecil.

Keunggulan terbesar XSR155 ada pada kombinasi performa sporty dan gaya retro modern. Motor ini cocok untuk pengendara yang ingin tampilan klasik tetapi tetap menikmati rasa motor sport modern .

Namun dibandingkan W175 Street, aura retro tradisional dan nuansa mekanikal klasiknya terasa tidak nyaman menyaingi Kawasaki tersebut.

Kawasaki W175 Street memakai mesin 1 silinder 177cc SOHC 2-katup pendingin udara yang fokus pada karakter santai, tenaga 12,8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 13,3 Nm pada 6.000 rpm. Mesin ini sederhana namun memiliki nuansa mekanikal yang khas motor retro lawas.
Karakter riding-nya sangat jadul.

Tarikan bawah nyaman untuk berlayar santai, sementara getaran dan suara mesin justru menjadi bagian dari pengalaman berkendara klasiknya.

Desain W175 Street mempertahankan nuansa motor Jepang era lawas. Tangki membulat, lampu bulat, dan jok panjang datar membuat motor ini terlihat sangat autentik. Versi Street hadir dengan setang lebih santai, velg alloy dan ban lebih lebar dibandingkan standar W175.

Handling-nya stabil dan nyaman untuk jelajah kota maupun berkendara santai. Suspensinya juga cukup empuk untuk karakter jalanan perkotaan.

Keunggulan terbesar W175 Street ada pada aura klasik dan pengalaman berkendara tradisional yang sangat kuat. Motor ini terasa lebih berkarakter bagi penggemar retro sejati.

Namun dibandingkan XSR155, performa W175 jauh lebih santai dan fitur modernnya sangat minim. Tidak ada pendingin cairan, VVA, maupun teknologi modern seperti milik Yamaha.

Selain itu, bobot dan nuansa motor juga terasa lebih tradisional dibandingkan XSR155 yang lebih ringan dan agresif.(Muh/*)

Exit mobile version