Ekbis

Yamaha NMAX E Vs Polytron Fox 500: Adu Spek Motor Listrik Bongsor

14
×

Yamaha NMAX E Vs Polytron Fox 500: Adu Spek Motor Listrik Bongsor

Sebarkan artikel ini
Komparasi motor listrik Yamaha NMAX E vs Polytron Fox 500. FOTO/Dok. Gemini

posaceh.com, Jakarta – Yamaha Motor Europe resmi memperkenalkan Yamaha NMAX E sebagai skutik bongsor bertenaga listrik.

Model ini hadir dengan desain yang masih mempertahankan karakter keluarga MAXi Yamaha, tetapi sudah menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak.

Kehadiran NMAX E menarik untuk dibandingkan dengan Polytron Fox 500 yang lebih dulu dipasarkan di Indonesia.

Keduanya sama-sama mengusung konsep skutik listrik berukuran besar dengan performa yang ditujukan untuk menunjang mobilitas harian hingga perjalanan jarak jaun.

Meski demikian, ada sejumlah perbedaan dari sisi performa, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga fitur yang ditawarkan.

Berikut komparasi spesifikasi Yamaha NMAX E dan Polytron Fox 500.

Motor Listrik dan Performa Yamaha NMAX E mengandalkan motor listrik sinkron tiga fase dengan teknologi eAxle.

Motor tersebut menghasilkan tenaga nominal 6,7 kW pada 3.500 rpm dan tenaga maksimum 7,5 kW atau setara 10,2 tk pada putaran yang sama.

Torsi maksimumnya mencapai 33,3 Nm pada 500 rpm. Tenaga disalurkan melalui sistem penggerak belt atau sabuk.

Sementara itu, Polytron Fox 500 menggunakan motor listrik dengan tenaga nominal 5.000 watt atau 5 kW.

Namun, dalam kondisi tertentu, motor tersebut dapat menghasilkan tenaga puncak hingga 14.700 watt atau 14,7 kW.

Polytron mengklaim Fox 500 mampu mencapai kecepatan maksimum 130 km/jam. Akselerasi dari 1 km/jam hingga 100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 13,63 detik.

Dari data tersebut, Fox 500 memiliki angka tenaga puncak lebih besar. Namun, perlu diperhatikan bahwa angka 7,5 kW pada NMAX E merupakan tenaga maksimum yang dicantumkan Yamaha, sedangkan 14,7 kW pada Fox 500 merupakan tenaga puncak sesaat.

Keduanya tidak sepenuhnya menggunakan basis pengukuran yang sama. Baterai dan Jarak Tempuh Untuk urusan sumber energi, Yamaha NMAX E menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 3,5 kWh.

Baterai tersebut memiliki tegangan 50,4 volt dan kapasitas 70,2 Ah. Baterai dipasang secara permanen di bagian tengah rangka.

Dengan konfigurasi tersebut, pengguna tidak bisa melepas baterai untuk melakukan pengisian daya secara terpisah

Yamaha mengklaim NMAX E mampu menempuh jarak hingga 104 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Angka tersebut berdasarkan pengujian WMTC Class 1 dengan suhu baterai 25 derajat Celsius.

Sementara itu, Polytron Fox 500 menggunakan baterai lithium ferro phosphate (LiFePO) berkapasitas 3,89 kWh dengan tegangan 72 volt dan kapasitas 54 Ah.

Polytron mengklaim Fox 500 mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer.

Namun, angka tersebut diperoleh dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan hasil pengujian WMTC pada NMAX E.

Waktu Pengisian Daya Yamaha NMAX E dibekali pengisi daya internal dengan daya 800 watt.

Pengisian baterai dapat dilakukan menggunakan sumber listrik rumah tangga 220 volt maupun fasilitas pengisian umum dengan konektor AC Type 2.

Untuk pengisian dari kondisi kosong hingga penuh, Yamaha mengklaim membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam.

Adapun Polytron Fox 500 menggunakan pengisi daya dengan daya 900 watt. Pengisian baterai dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam.

Dengan demikian, berdasarkan klaim masing-masing pabrikan, Fox 500 membutuhkan waktu pengisian yang sedikit lebih singkat dibandingkan NMAX E.

Dimensi dan Kaki-kaki Dari sisi dimensi, Yamaha NMAX E memiliki panjang 1.980 mm, lebar 795 mm, dan tinggi 1.235 mm.

Jarak sumbu rodanya mencapai 1.425 mm, dengan tinggi jok 770 mm. Bobot kendaraan tercatat 121 kg, tetapi angka tersebut belum termasuk baterai.

Sementara itu, Polytron Fox 500 memiliki dimensi panjang 2.190 mm, lebar 770 mm, dan tinggi 1.280 mm.

Untuk menunjang kenyamanan berkendara, Fox 500 menggunakan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang monoshock.

Yamaha NMAX E juga menggunakan suspensi teleskopik di depan, tetapi bagian belakangnya mengandalkan suspensi ganda.

Pada bagian roda, NMAX E menggunakan ban depan berukuran 110/70-13 dan belakang 130/70-13.

Adapun Fox 500 memakai ban depan 110/70-14 dan belakang 140/60-14.

Fitur dan Teknologi Yamaha NMAX E menawarkan tiga mode berkendara, yakni Sport, Town, dan Eco. Skutik listrik ini juga dilengkapi Traction Control System (TCS), Anti-lock Braking System (ABS), serta pengereman regeneratif.

Selain itu, terdapat teknologi wireless Accelerator Position Sensor Grip (APSG) atau throttle elektronik.

Sementara itu, Polytron Fox 500 menawarkan tiga mode berkendara, yakni Eco, Drive, dan Sport.

Model ini juga dilengkapi fitur cruise control untuk mempertahankan kecepatan kendaraan secara otomatis.

Fitur lainnya mencakup tiga tingkat regenerative braking, smart key, serta ruang penyimpanan berkapasitas hingga 35 liter.

Kesimpulan Yamaha NMAX E dan Polytron Fox 500 sama-sama menawarkan konsep skutik listrik berukuran besar.

Namun, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. NMAX E menawarkan desain yang mempertahankan karakter keluarga MAXi Yamaha, torsi maksimum 33,3 Nm, serta dukungan pengisian melalui konektor AC Type 2.

Sementara itu, Polytron Fox 500 unggul dalam klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer, tenaga puncak 14,7 kW, kecepatan maksimum 130 km/jam, serta fitur cruise control.

Meski demikian, perbandingan ini masih sebatas spesifikasi di atas kertas. Yamaha NMAX E saat ini diperkenalkan untuk pasar Eropa dan belum diumumkan untuk Indonesia.(Muh/*)