Internasional

WhatsApp Jadi Alat Bayar Digital di India, Digunakan 500 Juta Penduduk

1437
Logo WhatsApp (WA). FOTO/REUTERS

posaceh.com, New Delhi – Pemerintah India kembali mengizinkan media sosial WhatsApp (WA) sebagai alat layanan pembayaran digital. Masyarakat India sudah bisa melakukan transaksi langsung di dalam aplikasi WhatsApp.

Sehingga, ini menjadi kemenangan besar bagi induk Meta, sebab India menjadi negara dengan pengguna WhatsApp terbanyak, mencapai lebih dari 500 juta orang. Sedangkan Indonesia sekitar 200 juta lebih, sesuai jumlah penduduk yang menggunakan WA sebagai alat komunikasi.

National Payments Corporation of India (NPCI), lembaga yang mengawasi sistem pembayaran di India yang disebut UPI, mengatakan WhatsApp kini bisa merilis ‘WhatsApp Pay’ ke semua pengguna di India. Sebelumnya, NPCI hanya mengizinkan WhatsApp Pay untuk diakses 40 juta pengguna di India pada 2020.

Lalu, sempat diperluas menjadi 100 juta pengguna pada 2022, tetapi kini, semuanya sudah bisa mengakses WhatsApp Pay. Saat ini, platform UPI India mengelola lebih dari 13 miliar transaksi setiap bulannya. Paling banyak berasal dari Google Pay dan PhonePe yang dibekingi Walmart, di mana keduanya secara kolektif menguasai 85% transaksi UPI di India.

Dengan perluasan WhatsApp Pay di India, persaingan di industri pembayaran negara tersebut akan makin sengit. “Kami berkomitmen untuk membuat pembayaran di WhatsApp lebih simpel, bisa diandalkan, dan aman,” kata juru bicara WhatsApp, dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/1/2025).

“Tujuan kami untuk menambah nilai dan kemudahan di hidup pengguna untuk berbagai transaksi, mulai dari bayar tagihan, booking tiket, hingga belanja. Kami ingin mengakselerasi pembayaran digital dan adopsi UPI, serta berkontribusi terhadap rencana inklusi digital dan keuangan India,” jelasnya. (Muh/*)

Exit mobile version