Internasional

Waspada Wabah Hantavirus, Kemenkes Minta Warga RI Lakukan Ini

27
Dalam ilustrasi ini, yang diambil pada 7 Mei 2026, terlihat sebuah tabung reaksi berlabel "Negatif Hantavirus". FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Insiden mematikan di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran masyarakat global. Virus yang berasal dari hewan pengerat ini dikhawatirkan bisa mengulang kembali ‘petaka’ Covid-19.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah ini masih bisa dikendalikan dengan langkah kesehatan masyarakat yang tepat dan ketat.

Hantavirus sendiri sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat ada 23 kasus hantavirus yang terdeteksi di Indonesia sejak 2024 hingga 2026 minggu ke-16.

Namun, tipe hantavirus yang ada di Indonesia berbeda dengan yang terdeteksi di MV Hondius. Hantavirus yang terdeteksi di MV Hondius disebabkan oleh varian Andes Virus yang berdampak pada penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sangat mematikan.

Sementara itu, hantavirus yang terdeteksi di Indonesia disebabkan varian Seoul Virus yang berdampak pada penyakit Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS). Tingkat kematian (CFR) untuk HFRS jauh lebih kecil dibandingkan HPS, yakni 5-15% berbanding 60%.

Adapun faktor risiko utama penularan hantavirus tipe HFRS di Indonesia adalah kontak dengan tikus atau celurut, ataupun terpapar ekskresi dan sekresinya.

Imbauan Kemenkes Hindari Hantavirus
Kendati memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, tetapi bukan berarti hantavirus yang terdeteksi di Indonesia tak berbahaya. Pasalnya, dari 23 kasus yang terdeteksi, 3 di antaranya meninggal dunia.(Muh/*)

Exit mobile version