Berita Foto

Warkop Buka Kembali Suasana Banda Aceh Normal

2367

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Mau tahu tentang Aceh khususnya Banda Aceh lihatlah warung kopinya yang menjamur dimana mana, sehingga para pecandu dan penikmat kopi yang terdiri dari laki-laki perempuan, tua dan muda atau bahkan dari kalang pejabat, anggota dewan hingga pengusaha. Pemandangan itu tidak menjadi hal aneh bila mereka banyak berkumpul di warung-warung kopi tersebut.

Tidak hanya sekedar nongkrong, tapi mereka juga asyik membicarakan busnis, politik dan pekerjaan. Nah beberapa hari kebelakang, Pemko Banda Aceh khususnya dan Aceh Pemerintah Aceh mengeluarkan himbauan agar warkop di buka khususnya untuk Tax Away alias bungkus atau bawa pulang. Parahnya lagi pemerintah juga mengeluarkan maklumat memberlakukan jam malam.

Cova bayangkan, warkop nya sepi pengunjung dan jam malam berlaku, persis saja Banda Aceh seperti kota mati suri, ya suasananya layaknya bulan puasa di masa konflik, sudah sepi mencekam pula.

Inilah yang di alami warga kota beberapa hari belakangan ini, diakui bahwa langka tersebut semua untuk menghambat dan memutuskan mata rantai pencemaran virus yang sangat berbahaya Itulah Corona (Covid-19).

Alhasil keputusan pemerintah itupun di tentang oleh banyak pihak, tak terkecuali anggota DPR RI, mereka sangat berharap agar warkop di buka kembali secara normal dan jam malam tidak di berlakukan.

Menyahuti permintaan para pedagang, pengusaha, pebisnis, politikus itulah dengan cepat dan sigap Pemerintah berinisiatif meminta kembali kepada para pemilik warkop untuk kembali membuka usahanya dan jam malampun kembali dicabut mulai Sabtu 4 April 2020 berdasarkan maklumat Forkopimda Aceh.

Nah sekarang semua terserah kepada warga masyarakat apakah mau mengambil kesempatan ini untuk tetap menjaga protokoler kesehatan atau menganggap remeh dengan bencana virus tersebut. Pemerintah memang setiap mengambil kebijakan selalu ada pro kontranya dan macam buah simalakama.

Menutup usaha rakyat dan memberlakukan jam malam, sama halnya dengan membuat rakyat susah bahkan sengsara karena ada diantara warga yang mengais rezeki pagi hari untuk makan siang hari. Sedangkan bila mengizinkan pengusaha dan pedagang bebas berniaga dan jam malam tidak diberlakukan, banyak diantara warga yang masih kurang faham tentang arti sebuah kedisiplinan diri.

Pantauan Pos Aceh, sebagian besar warkop sudah membuka kembali usaha mereka, parahnya lagi ada sebagian penikmat kopi tidak mengindahkan protokol Kesehatan, namun banyak yang sudah mengerti dan mudah-mudahan bisa dipertahankan.

Warkop Solong Ulee Kareng dan Warkop lain dikawasan Ulee Kareng dan Lampineung misalnya salah satu warung kopi yang termasuk ada memberlakukan protokol kesehatan dan para pelanggannya pun duduk dengan menjaga jarak.

Pun demikian, semua terserah kita dan jangan sekali kali menyalahkan pemerintah, karenanya Pemerintah sudah berinisiatif namun warga keberatan dengan alasan yang memang masuk akal, nah ketika aturan dilonggarkan, kesadaran warga lah yang utama diatas segalanya. Setelah warkop pada di izinkan buka kembali, pemerintah juga perlu lebih fleksibel terhadap usaha usaha perhotelan, tentu semua itu untuk bergeliatnya kembali kehidupan warga kota, namun satu hal yang perlu di ingat, syarat dan ketentuan berlaku.

“Alhamdulilah, nyo kana pat tajip kupi tema (sudah ada tempat minum kopi lagi-red). Mudah mudah saudara kita dan seluruh masyarakat bisa mentaati seluruh proseduk pencegahan corona, agar ketertiban dan warkop tetap diberi ruang untuk dibuka, Jangan sampai keluar lagi himbauan pemerintah tutup lagi,” ujar Arol, salah seorang warga kepada media ini.(Azhari)

Exit mobile version