posaceh.com, Gaza – Warga Palestina di Jalur Gaza menggambarkan serangan besar-besaran Israel dari darat dan udara terus berlanjut dalam perang yang telah berlangsung hampir setahun. Konflik diperkirakan akan terus berlanjut tanpa terlihat adanya tanda-tanda akan akhir.
Operasi darat dan udara Israel di kota yang paling terkena dampaknya menewaskan sedikitnya 51 orang, termasuk wanita dan anak-anak pada Rabu (2/10/2024). Israel terus menyerang apa yang dikatakannya sebagai sasaran pejuang di Gaza hampir setahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang.
Eskalasi di berbagai bidang telah menimbulkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas di Timur Tengah yang selanjutnya dapat menarik Iran yang mendukung Hizbullah dan Hamas. Sedangkan Amerika Serikat (AS), telah mengirimkan aset militer ke wilayah tersebut untuk mendukung Israel.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan sedikitnya 51 orang tewas dan 82 lainnya luka-luka dalam operasi di Khan Younis yang dimulai Rabu (2/10/2024) pagi. Catatan di Rumah Sakit Eropa menunjukkan tujuh wanita dan 12 anak-anak, berusia 22 bulan, termasuk di antara korban tewas.
Sebanyak 23 orang lainnya, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangan terpisah di Jalur Gaza, menurut rumah sakit setempat. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar, saat warga mengatakan Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran ketika pasukan daratnya melancarkan serangan ke tiga lingkungan di Khan Younis.
Mahmoud al-Razd, yang memiliki empat kerabat di antara mereka yang tewas, menggambarkan kerusakan parah dan mengatakan tim pertolongan pertama kesulitan mencapai rumah-rumah yang hancur. “Ledakan dan penembakan sangat tinggi,” katanya kepada The Associated Press (AP). “Banyak orang diperkirakan berada di bawah reruntuhan, dan tidak ada yang bisa mengambilnya kembali,” tambahnya.
Israel melancarkan serangan selama berminggu-minggu awal tahun ini di Khan Younis yang menyebabkan sebagian besar kota terbesar kedua di Gaza hancur. Selama perang, pasukan Israel berulang kali kembali ke wilayah Jalur Gaza ketika para pejuang berkumpul kembali.
Pada 7 Oktober 2023, perlawanan pimpinan Hamas membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil Israel dan menyandera sekitar 250 orang. Sekitar 100 warga Israel belum dibebaskan, 65 di antaranya diyakini masih hidup.
Sebaliknya, serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Tetapi, tidak menyebutkan berapa banyak dari mereka yang merupakan pejuang.
Kementeri Kesehatan menyatakan lebih dari setengahnya perempuan dan anak-anak. Sebaliknya, militer Israel mengklaim telah membunuh lebih dari 17.000 pejuang Hamas tanpa memberikan bukti.(Muh/*)
