posaceh.com, Kota Jantho – Masyarakat Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, mengeluhkan ketiadaan fasilitas mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah mereka. Hingga saat ini, kecamatan yang terdiri dari 32 desa tersebut belum memiliki akses layanan perbankan dasar berupa mesin ATM, meskipun masyarakatnya berasal dari berbagai profesi, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pengusaha.
“Sejak merdeka sampai sekarang, belum ada mesin ATM di wilayah ini,” ungkap Kang Awir, pemilik Jaya Pesta Pelaminan, di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Rabu (25/12/2024).
Menurutnya, hingga saat ini masyarakat Kuta Cot Glie hanya mengandalkan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk melakukan beberapa transaksi perbankan, seperti penarikan bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Namun, fasilitas EDC tersebut dinilai kurang efektif karena tidak tersedia selama 24 jam dan mengenakan biaya transaksi sebesar 1-3 persen dari jumlah penarikan.
“Kalau untuk kebutuhan mendesak, kami harus pergi ke kecamatan lain seperti Indrapuri atau Seulimum. Itu memakan waktu 15-20 menit perjalanan sejauh 10 kilometer,” tambah Kang Awir.
Ia menjelaskan, masyarakat di Kecamatan Kuta Cot Glie membutuhkan mesin ATM untuk mempermudah berbagai transaksi keuangan, termasuk membayar upah pekerja atau melakukan transaksi dengan jumlah besar. Dengan potensi transaksi keuangan yang mencapai ratusan juta rupiah per hari, ketiadaan mesin ATM menjadi hambatan signifikan.
“Keberadaan mesin ATM akan mengurangi beban masyarakat, karena tidak ada lagi biaya tambahan untuk penarikan uang. Kami sangat berharap Bank Aceh atau Bank Syariah Indonesia (BSI) segera menempatkan mesin ATM di sini,” tutup Kang Awir.(Wahyu Desmi)











