Daerah

Warga Kuning I Desak BPJN Aceh Ratakan Kembali Timbunan di Salah Satu Sisi Jembatan

20
×

Warga Kuning I Desak BPJN Aceh Ratakan Kembali Timbunan di Salah Satu Sisi Jembatan

Sebarkan artikel ini
Timbunan material tanah dan kerikil di salah satu sisi badan jalan nasional kawasan Jembatan Kuning I, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Kamis (5/11/2026). FOTO/ AKBAR

posaceh.com, Kutacane – Penanganan jalan nasional Kutacane–Medan pascabanjir di kawasan Jembatan Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, masih menyisakan persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Meski perbaikan dan pembersihan badan jalan telah dilakukan, warga menilai penanganan di lokasi tersebut belum sepenuhnya memperhatikan kondisi aliran sungai dan dampaknya terhadap permukiman penduduk.

Keluhan warga terutama tertuju pada peninggian timbunan material tanah dan kerikil di salah satu sisi badan jalan. Menurut mereka, penimbunan yang hanya dilakukan pada satu sisi justru berpotensi mengubah arah aliran air ketika debit sungai meningkat akibat hujan.

Dampaknya, luapan air yang mengarah ke sisi lainnya kini telah dirasakan masyarakat. Saat debit air meningkat, air sungai meluap hingga meninggi dan memasuki rumah warga. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena masyarakat harus menghadapi genangan setiap kali hujan menyebabkan debit sungai naik.

Berdasarkan dokumentasi kondisi di lapangan, terlihat adanya timbunan material tanah dan kerikil pada salah satu sisi badan jalan. Sementara itu, aliran air sungai saat debit meningkat terlihat mengarah ke sisi lainnya yang berbatasan dengan kawasan permukiman warga.

“Kalau hanya satu sisi yang ditimbun, saat air sungai naik, alirannya justru mengarah ke sisi sebelahnya. Sekarang air sudah meninggi dan masuk ke rumah warga ketika hujan. Kami meminta BPJN mengevaluasi dan meratakan kembali timbunan tersebut agar persoalan ini tidak terus merugikan masyarakat,” ujar RJ (40), warga setempat, saat dikonfirmasi, media pos aceh, Kamis (5/11/2026).

Menurut RJ, penimbunan material yang hanya berfokus pada satu sisi badan jalan bukan merupakan penyelesaian menyeluruh. Sebab, upaya tersebut dinilai berpotensi memindahkan arah luapan air dan menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat di sisi lainnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera turun langsung meninjau lokasi, melakukan evaluasi teknis terhadap timbunan material, serta mengkaji langkah penanganan yang tepat. Warga berharap timbunan yang dinilai memengaruhi arah aliran air tersebut dapat diratakan kembali berdasarkan hasil kajian teknis.

Masyarakat menegaskan tidak menolak upaya perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah. Namun, mereka meminta agar penanganan tidak hanya berorientasi pada peninggian badan jalan, tetapi juga memperhatikan kelancaran aliran sungai dan keselamatan warga yang bermukim di sekitar kawasan jembatan.

Sementara itu, konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (5/11/2026). Konfirmasi tersebut berkaitan dengan tujuan peninggian timbunan material, keluhan warga mengenai perubahan arah aliran air, dampaknya terhadap permukiman, serta tuntutan masyarakat agar timbunan tersebut dievaluasi dan diratakan kembali.

Pesan konfirmasi diketahui telah terbaca, namun hingga berita ini diturunkan, Jaya Yuliadi belum memberikan jawaban.

Masyarakat berharap BPJN Aceh segera memberikan perhatian serius dan mengambil langkah konkret sebelum kondisi semakin berdampak terhadap keselamatan warga. Mereka menginginkan penanganan yang benar-benar menyelesaikan persoalan banjir, bukan sekadar memindahkan arah luapan air ke sisi lain hingga rumah masyarakat kembali terendam. (Akbar)