posaceh.com, Banda Aceh — Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah (USM), Dr. Jalaluddin, M.Pd., menilai keadilan dalam ekosistem pendidikan tinggi harus dijaga secara serius oleh seluruh pihak, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
Menurutnya, praktik penerimaan mahasiswa baru oleh sejumlah PTN dalam jumlah besar dan di luar batas kewajaran berpotensi merusak keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
“PTN dan PTS seharusnya tumbuh dalam ekosistem yang sehat dan berkeadilan. Namun jika PTN terus memacu penerimaan mahasiswa secara berlebihan, ini jelas mengganggu keseimbangan tersebut,” ujar Doktor Jalal, kepada media ini, diruangkerjanya, USM Batoh, Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh minimnya peran negara dalam mengatur dan menjaga keseimbangan antara PTN dan PTS. Akibatnya, kedua jenis perguruan tinggi tersebut terjebak dalam persaingan yang cenderung liberal.
“Ketiadaan peran negara menghadapkan PTN dan PTS pada persaingan bebas. Dalam situasi seperti ini, yang satu bisa mematikan yang lain,” tegasnya.
Jalaluddin bahkan menyebut praktik penerimaan mahasiswa secara besar-besaran oleh PTN sebagai sesuatu yang “terlalu” jika terus dibiarkan tanpa regulasi yang jelas. “Ini harus diatur,” ujarnya singkat.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada PTS, tetapi juga berpotensi menyingkirkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Jika ini terus terjadi, maka ekosistem pendidikan tinggi akan rusak. PTS sebagai representasi peran masyarakat bisa semakin terpinggirkan,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan kritik yang sebelumnya disampaikan Rektor Universitas Paramadina yang menyoroti perlunya kehadiran negara dalam mengatur sistem penerimaan mahasiswa agar tidak timpang.
Jalaluddin berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui regulasi yang adil dan proporsional, sehingga keberlangsungan PTN dan PTS dapat berjalan beriringan dalam membangun kualitas pendidikan nasional. “Kami para penyelenggara PTS menanti kehadiran negara,” pungkasnya.(Mar)
