posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh H Isnaini Husda SE menyayangkan aksi coretan atau vandalisme yang dilakukan di sejumlah tempat di Kota Banda Aceh oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Coretan diranah publik itu, seperti terlihat di jembatan Lamnyong, flyover Simpang Surabaya, Underpass Beurawe serta satu baliho di simpang BPKP Banda Aceh.
Di jembatan Lamnyong, sempat muncul kedua tulisan yakni, #TangkapNova dibuat dengan cat hitam dan #DukungKPK dengan cat merah. Tulisan itu dibuat di sejumlah titik dibeberapa lokasi di Banda Aceh.
“Aksi vandalisme tersebut sangatlah merusak keindahan Kota, apalagi dicoret-coret ditempat fasilitas umum, seperti jembatan, Flyover, Underpass dan sejumlah tempat lainnya,” kata Isnaini Husda, kepada media ini, di Banda Aceh, Minggu (27/6/2021).
Ia menyampaikan, kepada seluruh masyarakat untuk menunggu Komisi Pemberantasan Korupisi (KPK) berkerja, mereka itu berkerja secara professional. Kalau pun ada masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya kepada KPK, sampaikanlah secara bijak, elegan, namun jangan mengotori keindahan kota dengan mencoret-coret fasilitas publik.
“Sekarang zamannya demokrasi, setiap masyarakat bebas menyuarakan pendapatnya, tapi sampaikan secara bijak, elegan, baik secara tertulis maupun lisan kepada pihak terkait atau kepada pihak-pihaknya yang mau disampaikan aspirasi atau masukannya, jangan kotori fasilitas publik dengan coretan-coretan, sehingga akhirnya juga menganggu masyarakat lain,” tegas Isnaini Husda.
Menurut Politisi Partai Demokrat Kota Banda Aceh itu, masyarakat Aceh sebagai bangsa ‘Tseunebeh’, aksi coret-coret fasilitas publik tersebut tidak sesuai dengan kearifan lokal kita, begitu juga dari sudut pandang agama merusak fasilitas publik adalah perbuatan yang dilarang.
Isnaini mengajak kembali mengajak semua pihak, masyarakat Aceh semuanya agar sama-sama percayakan kepada KPK, mereka akan bekerja secara professional.
“Kita hanya bisa berharap kepada semua pihak agar tidak melakukan justifikasi apa-apa terhadap asumsi dari penyelidikan yang sedang dilakukan KPK,” harapnya.
Apabila ada persoalan hukum terkait jabatan sesorang pejabat publik, hendaknya tidak menyerang secara pribadi. “Menurut kami sikap menghakimi seseorang, siapa pun dia itu tidak baik karena berkenaan dengan martabat seseorang. Kami hanya bisa berharap kita hargai kerja-kerja lembaga penegak hukum tanpa melangkahi proses hukum,” pungkas Isnaini Husda, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh.(Adv)
