ParlementariaPemko Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas Bullying

18
×

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas Bullying

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, menegaskan pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan di sekolah membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan diri.

Penegasan itu disampaikan Musriadi saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Musriadi mengatakan, perundungan bukan sekadar candaan antarsiswa, melainkan perilaku yang dapat merusak kepercayaan diri, memengaruhi kondisi psikologis, dan mengganggu semangat belajar anak.

“Anak-anak harus merasa aman dan nyaman di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang takut datang ke sekolah karena diejek, dihina, dikucilkan, atau mendapatkan perlakuan kasar,” ujar Musriadi.

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, menyapa para murid, usai upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Ia mengajak para siswa membangun persahabatan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan. Siswa juga diminta berani melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya jika mengalami atau menyaksikan perundungan.

“Jangan menyakiti teman, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Jika melihat teman dirundung, jangan ikut menertawakan atau membiarkannya. Laporkan kepada guru,” pesannya.

Musriadi menekankan, guru dan orang tua harus bersinergi dalam mendeteksi serta mencegah perundungan sejak dini. Sekolah juga perlu menindaklanjuti setiap laporan secara serius dan adil dengan mengutamakan keselamatan serta kepentingan terbaik anak.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRK Banda Aceh, ia menilai terciptanya lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan harus menjadi perhatian berkelanjutan. Keberhasilan pendidikan, menurutnya, tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, akhlak, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Pendidikan bukan hanya membuat anak-anak menjadi pintar, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan bertanggung jawab. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter positif, bukan tempat berkembangnya rasa takut,” tegasnya.

Musriadi berharap seluruh warga sekolah dan orang tua memperkuat komitmen melindungi anak agar setiap siswa dapat belajar dengan tenang, tumbuh secara sehat, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut.(Why/*)