*Kembangkan Teknologi AI untuk Skrining Autisme
posaceh.com, Kuala Lumpur — Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat riset internasional bersama Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia melalui hibah Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) 2026 Skema C dengan mengembangkan teknologi AI untuk mendukung skrining autisme, di UniKL Malaysia, Rabu (23/9/2026).
Riset tersebut dipimpin Prof Dr Ir Melinda ST MSc IPU ASEAN Eng APEC Eng dengan fokus pengembangan Clinical Decision Support System berbasis Explainable Deep Learning pada sinyal elektroensefalografi (EEG) untuk mendukung skrining Autism Spectrum Disorder (ASD).
USK menjadi perguruan tinggi host dengan melibatkan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Andalas sebagai mitra nasional. Sementara UniKL–Malaysian Spanish Institute (UniKL MSI) Malaysia menjadi mitra internasional dalam kolaborasi penelitian tersebut.
Prof Melinda mengatakan riset ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan luaran hibah RKI Tipe C, tetapi juga memperkuat jejaring penelitian nasional dan internasional melalui penggabungan kepakaran lintas perguruan tinggi.
“Kolaborasi ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk menggabungkan kepakaran dari berbagai universitas. Kita berharap riset yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi berkembang menjadi inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi bidang kesehatan dan masyarakat,” ujar Prof Melinda.
Penelitian tersebut memadukan keahlian di bidang teknik, kecerdasan buatan, pengolahan sinyal, dan kesehatan. Pengembangan sistem pendukung keputusan klinis berbasis AI pada sinyal EEG diarahkan untuk mendukung proses skrining ASD.
Tim penelitian melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai institusi. Dari USU, tim terdiri atas Prof Dr dr Syahrul SpS, Dr Ir Yunidar SSi MT IPU, Dr Dra Siti Rusdiana MEng, dan Prof Dr Ir Fahmi ST MSc IPM. Sementara Universitas Andalas diwakili Prof Dr Eng Ir Muhammad Ilhamdi Rusydi ST MT.
Adapun UniKL MSI melibatkan Assoc Prof Ts Dr Muhammad Al’Hapis Bin Abdul Razak dan Ts Dr Abdul Malik Bin Mohd Ali sebagai mitra dalam kolaborasi riset tersebut.
Menurut Prof Melinda, kerja sama dengan UniKL MSI juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan penelitian bersama pada masa mendatang. Sinergi antara USK USU Unand dan UniKL diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan teknologi kesehatan.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita untuk membuktikan bahwa kolaborasi nasional dan internasional dapat melahirkan inovasi yang berdampak dan membawa nama perguruan tinggi Indonesia semakin dikenal,” pungkasnya.(Why/*)
