posaceh.com, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Sidang Terbuka dalam rangka memperingati Milad ke-65 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut turut diwarnai dengan orasi ilmiah oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof Dr Fauzan MPd, tentang transformasi menuju kampus berdampak.
Sidang terbuka tersebut dibuka oleh Rektor USK, Prof Mirza Tabrani SE MBA DBA, dan dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat USK, Dr H Safrizal ZA MSi, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, para rektor perguruan tinggi di Aceh, tokoh masyarakat, jajaran USK, serta ratusan mahasiswa.
Dalam orasi ilmiahnya, Wamendiktisaintek RI Prof Fauzan, menekankan pentingnya konsolidasi dan ekspansi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, transformasi perguruan tinggi tidak cukup sebatas perubahan bentuk atau struktur, tetapi harus diikuti perubahan karakter dan orientasi agar mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Setinggi-tingginya prestasi harus mampu memberikan dampak yang seiring kepada masyarakat. Perguruan tinggi harus memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam pengentasan kemiskinan. Itulah yang disebut berdampak,” ujar Fauzan.
Ia berharap perguruan tinggi di Aceh dapat mengambil peran lebih besar sebagai sektor terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Fauzan juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri menjadi lulusan unggul yang mampu membawa perubahan, bukan sekadar menyelesaikan pendidikan formal.
“Indonesia saat ini sudah over lulusan perguruan tinggi yang biasa saja. Oleh karena, para mahasiswa harus menyiapkan diri menjadi lulusan yang luar biasa untuk dapat jadi pelopor dalam membawa perubahan dalam berkehidupan,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, menyampaikan perkembangan dan capaian universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.
“USK terus berkembang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Mirza menyebutkan, USK saat ini memiliki 37.686 mahasiswa aktif. Sejumlah capaian yang diraih antara lain masuk kelompok dua persen saintis terbaik dunia, menempati peringkat keenam nasional dan peringkat pertama di luar Jawa.
USK juga mencatat publikasi pada jurnal Q1 sebesar 33,7 persen dan kolaborasi publikasi internasional sebesar 33,3 persen. Pada Impact Rankings, posisi USK meningkat dari peringkat 601–800 dunia pada 2025 menjadi 301–400 dunia pada 2026.
Selain bidang akademik, USK turut mencatat prestasi pada ajang nasional, di antaranya POPNAS XIX, KTRI 2026, dan Kontes Mobil Hemat Energi 2026. Pada tingkat internasional, prestasi diraih melalui IMT-GT Varsity Carnival, Genesis, dan Leting 8.
“Alhamdulillah, USK terus mencatat beragam capaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian ini menjadi bukti perkembangan universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi mahasiswa, dan daya saing akademik,” ungkap Prof Mirza Tabrani.
Di sisi lain, Ketua Majelis Wali Amanat USK, Dr H Safrizal ZA MSi, turut mengapresiasi perkembangan USK yang telah menempati delapan besar nasional dan posisi tertinggi di Sumatera.
Safrizal berharap capaian tersebut terus diikuti dengan peningkatan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, universitas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta menjawab tantangan melalui inovasi.
“Jangan hanya membangun universitas yang semakin tinggi reputasinya, bangunlah universitas yang semakin luas manfaatnya,” tegas Safrizal.(Why)
