Wisata

Ulee Lheue, Pantai Nan Eksotis, Destinasi Wisata Menarik untuk Dikunjungi

814
×

Ulee Lheue, Pantai Nan Eksotis, Destinasi Wisata Menarik untuk Dikunjungi

Sebarkan artikel ini
Warga sambil duduk di sebuah cafe menikmati panorama senja atau “Golden Hour” pada sore hari di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. FOTO/DOK.DISPAR BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik dan eksotis, menawarkan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Salah satunya, kawasan wisata Pantai Ulee Lheue yang hanya berjarak 2 km atau sekitar 10 menit dari pusat Kota Banda Aceh dapat menjadi sarana liburan setiap akhir pekan, baik bagi warga Aceh, nasional maupun mancanegara.

Apalagi, bagi warga luar Aceh, maka kawasan wisata ini dapat dimasukkan dalam daftar tujuan liburan, apalagi, jika berbicara tentang Aceh maka tidak akan lepas dari Banda Aceh karena Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi Aceh yang megah dan menarik. Banda Aceh merupakan kota yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah karena menjadi daerah penyebaran Islam pertama di Indonesia.

Dinas Pariwisata Banda Aceh yang menangani berbagai ojek wisata di Banda Aceh, bukan hanya tentang wisata religi, tetapi juga wisata alam, sejarah dan budaya yang kental. Dikenal sebagai salah satu bagian dari Kesultanan Turki Usmani yang sangat populer pada masanya. Banda Aceh juga dikenal dengan arsitekturnya yang sangat khas dan sulit dijumpai di tempat lain, hal ini menjadi salah satu daya tarik wisata Banda Aceh yang perlu dikunjungi.

Di kawasan ini juga telah dibangun berbagai fasilitas, seperti Ulee Lheue Park dan sejumlah sarana air lainnya untuk memanjakan pengunjung menikmati indahnya pantai satu ini. Ulee Lheue Park merupakan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membawa keluarga berwisata di alam terbuka yang juga menyediakan taman bermain ramah anak serta pusat kuliner atau jajanan rakyat, serta penyewaan wahana main anak-anak.

Sebagai referensi untuk wisatawan luar Aceh, maka kawasan ini yang juga hancur diterjang tsunami 26 Desember 2004 patut masuk dalam daftar kunjungan. Kawasan wisata ini ramai dikunjungi warga setiap akhir pekan, khususnya pada sore hari dan hari-hari lainnya yang juga terdapat Pelabuhan Ulee Lheue, tempat para wisatawan dari lokal, nasional dan mancanegara menuju kawasan wisata Pulau Weh atau Sabang.

Pantai Ulee Lheue juga menyuguhkan sejuta pesona dengan panorama senja atau “Golden Hour” pada sore hari. Ini telah menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Kota Banda Aceh. Terletak di ujung barat pulau Sumatera, pantai ini menawarkan pemandangan laut yang menakjubkan dengan latar belakang pegunungan yang melingkari laut.

Pengunjung juga dapat menikmati hembusan angin laut yang sejuk sambil memandangi cakrawala yang seolah tak berujung di Samudera Hindia. Pantai Ulee Lheue, dengan pasir hitamnya yang unik dan deburan ombak yang menenangkan, menjadi surga bagi para pencinta pantai. Pemandangan Pulau Weh yang membentang di kejauhan semakin menambah pesona pantai ini.

Selain bersantai di tepi pantai, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti bermain pasir, atau menyewa perahu untuk menjelajahi perairan sekitar. Saat sore hari, keindahan matahari terbenam menjadi suguhan istimewa bagi siapa saja yang berkunjung. Suasana syahdu inilah yang menarik minat pengunjung untuk mengakhiri aktivitas kesehariannya dengan bersantai di Pantai Ulee Lheue.

Sunset atau pelangi saat matahari terbenam di langit dan laut berpadu menciptakan panorama yang indah dengan Pulau Weh yang terlihat dari kejauhan seolah menjadi latar sempurna bagi sang surya yang perlahan-lahan tenggelam sebelum Bulan muncul menyinari bumi jelang tibanya malam hari. Selain keindahan alamnya, Pantai Ulee Lheue juga kaya akan sejarah.

Ikon Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh yang ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan. FOTO/DOK.DISKOMINFO BANDA ACEH

Pantai ini pernah menjadi saksi bisu dahsyatnya tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004. Kini, area ini telah bangkit dan menjadi simbol ketangguhan masyarakat Aceh. Pengunjung dapat melihat berbagai monumen dan tugu peringatan yang mengingatkan pada peristiwa tersebut, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

Pantai Ulee Lheue bukan hanya tempat untuk bersantai, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas. Di sini, wisatawan dapat menikmati kuliner laut khas Aceh yang lezat di warung-warung atau cafe sepanjang pantai. Pada sore hari, pantai ini menjadi tempat favorit warga lokal dan wisatawan untuk menyaksikan matahari terbenam sambil menikmati jagung bakar yang dijual para pedagang.

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Pantai Ulee Lheue dapat menjadi destinasi yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Banda Aceh, pastikan untuk menyempatkan diri menikmati keindahan pantai Ulee Lheue ini. Waktu terbaik untuk datang menjelang senja datang, ketika matahari mulai tenggelam dengan langit berubah warna.

Tak hanya itu, sepanjang pantai ini juga terdapat pedagang makanan ringan yang semakin melengkapi suasana. Keberadaan mereka memberikan peluang ekonomi bagi warga lokal sambil turut mendukung pariwisata daerah. Keberagaman aktivitas ini membuat setiap kunjungan menjadi pengalaman yang lebih kaya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh, Said Fauzan menyatakan dengan pesona alam yang luar biasa dan budaya yang kental, Banda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang dikenal hingga mancanegara. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk mempromosikan wisata Aceh agar semakin dikenal di kancah nasional dan global, sehingga akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Banda Aceh yang dikenal sebagai kota jasa dan dagang telah memiliki sederetan kelompok UMKM yang memproduksi berbagai jenis barang kerajinan yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh pengunjung dari luar Banda Aceh. Dengan harga terjangkau, seperti gantungan kunci, kain songket, kopiah dan seabreg lainnya ditawarkan para pedagang di seputaran Banda Aceh.

Dikutip dari laman Dispar Kota Banda Aceh, hal lainnya yang tetap menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, menjaga kebersihan di tempat-tempat wisata dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, baik di area objek bersejarah maupun wisata pantai. Kebersihan dapat terjaga, maka keindahan dan kenyamanan akan didapat para wisatawan.

“Kami mengajak para pengunjung lokal dan luar Aceh bersama masyarakat lokal agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat merusak lingkungan dan keindahan kawasan wisata. Apalagi kalau sampah sampai jatuh ke dalam laut, maka akan dapat mencemari habitat laut,” ujar Said Fauzan. Dia menjelaskan pemerintah kota telah menyediakan tempat sampah di kawasan wisata, untuk mencegah sampah dibuang sembarangan.

Dia menyatakan sebagai daerah yang kental dengan syariat Islam, sudah sepatutnya semuanya dapat menerapkan ‘kebersihan sebagian dari iman’ dalam kehidupan sehari-hari. “Kami terus memberi sosialisasi larangan membuang sampah sembarangan bagi para pengunjung pada tempat wisata dengan berbagai pendekatan,” ujar Kadispar Kota Banda Aceh itu.(Muh)