POSACEH.COM,KOTA JANTHO – Muhibuddin Ibrahim SE atau akrab disapa Ucok Sibreh, kembali memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh Besar, setelah terpilih sebagai ketua untuk periode 2020-2025 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (27/8/2020).
Ucok Sibreh terpilih secara aklamasi, dimana Ia satu-satunya kandidat calon ketua DPD II Partai Golkar Aceh Besar yang mendaftar hingga akhir penutupan masa pendaftaran yang dibuka sejak tiga hari lalu.
Musda XI Partai Golkar Aceh Besar yang dibuka langsung Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Drs HT Muhammad Nurlif SE dan turut dihadiri Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dari Partai Aceh Bakhtiar ST.
Hadir juga para perwakilan partai Nasional dan lokal lainnya yang saat ini menjadi anggota DPRK Aceh Besar, 29 peserta yang berhak memberi suara, yakni para ketua kecamatan, ormas pendiri, sayap dan organisasi yang didirikan.
Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Besar terpilih, Muhibuddin ”Ucok” mengakui, tidak mudah bagi dirinya memimpin Partai Golkar Aceh Besar kedepan. Terlebih dengan berbagai tantangan dan dinamika perpolitikan kedepan kian kompetitif dan berat.
Karena itu, kebersamaan, kesolidan dan kekompakan keluarga besar Partai Golkar Aceh Besar harus tetap dipertahankan. “Saya tidak akan mampu berbuat apapun demi kebesaran dan kejayaan Partai Golkar tanpa ada dukungan pengurus dan kader Golkar Aceh Besar,” ucapnya.
Dia bertekad, terus membangkitkan, menumbuhkan dan membangun kepercayaan masyarakat kepada partai Golkar di Kabupaten Aceh Besar. “Dalam kepengurusan kedepan ini yang tak kalah pentingnya adalah kepercayaan masyarakat dan aspirasi dilabuhkan pada partai Golkar,” ujar Muhibuddin Ibrahim yang saat ini menjabat Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar.
Ucok mengatakan, sesuai dengan arahan ketua DPD I, bagaimana kedepan agenda politik ini bisa direbut oleh Golkar. Agenda yang paling dekat adalah Pilkada. “Yang pertama akan dilakukan adalah konsolidasi partai, penguatan struktur partai, sehingga mesin ini bisa berjalan, bisa bergerak di dalam masyarakat,” tegasnya.
Agenda selanjutnya, kata Muhibuddin Ibrahim adalah akan melakukan rapat kerja. Nanti poin-poin apa, yang ingin kita dapati, kemudian konsolidasi partai, sampai ke Kecamatan dan tingkat gampong. Setelah itu mesin partai ini bisa dihidupkan untuk memenangi Pilkada pada tahun 2020 mendatang. Itu yang akan dilakukan.
“Kedepan bila mesin ini sudah solid, untuk Pileg juga bisa digunakan, artinya dengan konsolidasi partai dan penguatan, tentu trik trik untuk merebut hati rakyat tentu melalui DPRnya, bagaimana Wakil Golkar di DPR itu bisa berkontribusi untuk memperjuangkan program-program pro rakyat,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Aceh Besar Zainal Abidin, menerangkan bahwa sesuai ketentuan, ketua terpilih sekaligus menjadi ketua tim formatur untuk menyusun kepengurusan DPD II Partai Golkar Aceh Besar periode 2020-2025. “Penyusunan kepengurusan lengkap semua berada dipundak ketua terpilih dan kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta, para kader serta seluruh elemen yang telah menyukseskan Musda XI,” demikian Zainal Abidin. (Ismail)
