posaceh.com, Kota Jantho – Balai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) wilayah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar gelar kegiatan Mini Lokakarya “Koordinasi lintas sektor untuk penguatan kinerja tim pendamping keluarga (TPK) dalam rangka percepatan penurunan stunting” di Aula Kantor Camat Kecamatan Darul Imarah, Lampeuneurut, Aceh Besar, Selasa (6/9/2022).
Pada kesempatan tersebut, Syarifuddin Camat Darul Imarah, mengatakan, Alhamdulillah, Tim pendamping Keluarga (TPK) Darul Imarah sudah berkerja maksimal untuk penanganan stunting.
“Terima kasih, kepada TPK yang sudah berkerja keras selama ini. Karena, hasil kerja keras TPK di Darul Imarah sudah menuai hasilnya yaitu angka stunting sudah turun di angka 6,5 persen. Dan kami harapkan kerja sama yang solit ini terus dipertahankan agar percepatan penanganan stunting di Darul Imarah semakin cepat turun,” katanya
Disamping itu, Amrullah, S,Ikom selaku koordinator balai penyuluhan KB darul Imarah, menjelaskan, untuk jumlah TPK di Kecamatan Darul Imarah berjumlah 96 TPK dari 32 Desa.
“Setiap masing-masing TPK itu terdiri dari kader KB, Kader PKK dan bidan Desa. Jadi, tugas dari TPK yang pertama untuk memverikasi dan memfasilitasi data, yang kedua tugas mereka melakukan pendampingan dengan sasarannya adalah Calon pengantin, pasangan usia subur (PUS), ibu hamil/pasca persalinan dan keluarga yang memiliki balita berusia O-59 bulan,” jelasnya
Lebih lanjut, mengenai verifikasi data keluarga di Darul Imarah saat ini berjumlah 20,665 KK.
“Yang sudah dilakukan verifikasi sekitar 17,000 ribu dan yang belum di verifikasi sekitar 3,000 ribu KK lebih dari jumlah 32 desa di darul imarah, ada dua desa yang harus diverifikasi ulang karena kemaren petugas TPK mengalami kedalam pada alat kerja mereka,” ujarnya
Ia menambahkan, untuk percepatan penanganan stunting di Darul Imarah, karena BKKBN beda sasaran dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
“Ke depan pihak BKKBN akan melakukan intervensi secara sensitif, melalui KIE, sosialisasi, penyuluhan kepada keluarga yang berisiko stunting. Nah, yang di lakukan oleh pihak Dinas kesehatan dan Pukesmas adalah keluarga yang stunting. Makanya beda sasaran, jadi kita harus sama-sama sinergi antara Pukesmas dan BKKBN terkait penurunan angka stunting dan untuk saat ini angka stunting di darul imarah sudah di bawah angka standar nasional yaitu 6,5 persen. InsyaAllah, bila kita sama-sama berkerja pada tahun 2024 angka stunting didarul imarah akan menjadi zero persen” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Darul Imarah, Danramil, Kepala Puskesmas dan Tim pendamping Keluarga (TPK) Darul Imarah. (Wahyu Desmi/Rel)
