Internasional

Trump Minta Ukraina Stop Serang Kilang Minyak Rusia, Khawatir Picu Krisis Diesel Global

26
Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di KTT NATO, Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026). FOTO/AP

posaceh.com, Kyiv – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia yang memproduksi serta menyalurkan bahan bakar diesel.

Trump mengatakan serangan Ukraina terhadap fasilitas-fasilitas energi Rusia turut memperburuk kelangkaan diesel dunia.

Pernyataan itu disampaikan setelah harga diesel di AS mencapai rekor baru pada Jumat (11/9/2026), dengan rata-rata menembus 6 dolar AS per galon.

Trump menyampaikan seruan tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setelah ditanya wartawan mengenai komunikasi keduanya menyusul percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Presiden Zelenskyy harus melakukan satu hal. Dia harus berhenti menghancurkan bahan bakar diesel di Rusia,” kata Trump kepada wartawan di sela-sela turnamen Irish Open di klub golf miliknya di Doonbeg, Irlandia, Minggu (13/9/2026).

“Kami telah berbicara dengan Presiden Zelenskyy mengenai hal itu. Ada banyak target lainnya. Jangan menyerang bahan bakar diesel karena itu merugikan dunia,” lanjutnya, seperti dikutip dari The Associated Press.

Perang Iran dan Rusia-Ukraina Tekan Pasokan Diesel

Krisis diesel dunia tidak hanya dipicu oleh serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia. Perang di Iran juga mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Energi Internasional atau IEA, ekspor bersih diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk pada Agustus hanya sedikit di atas seperempat dari tingkat sebelum perang Iran dimulai pada Februari.

IEA menyebut gangguan terhadap sistem pengolahan minyak Rusia, ditambah hampir terhentinya ekspor produk olahan Rusia akibat meningkatnya serangan Ukraina, semakin memperparah anjloknya pasokan global.

Pada Februari, ekspor diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk serta Rusia secara gabungan menyumbang hampir 45 persen perdagangan global melalui jalur laut.

Sementara itu, Ukraina menilai industri minyak Rusia memiliki peran penting dalam membiayai sekaligus memasok kebutuhan perang Moskow yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Ukraina Kembali Serang Fasilitas Minyak Rusia

Di tengah seruan Trump, Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas energi Rusia.

Dua warga Rusia dilaporkan tewas setelah sebuah drone menghantam pohon di dekat mobil yang sedang terparkir di Kota Nizhnekamsk, Tatarstan. Wilayah tersebut merupakan salah satu pusat industri minyak dan kilang Rusia.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.(Muh/*)

Exit mobile version