Internasional

Tragedi Tahun Baru di New Orleans Seperti Film, Tabrak Warga Sambil Lepaskan Tembakan

703
Polisi mengevakuasi mobil yang digunakan untuk menabrak pejalan kaki di French Quarter, Lousiana, New Orleans, AS pada Rabu (1/1/2025) pagi. FOTO/AFP

posaceh.com, New York – Aksi tabrak lari sambil menembak dengan mobil pikap yang seperti adegan dalam film terjadi di French Quarter, Lousiana, New Orleans, AS pada Rabu (1/1/2025) dinihari, pukul 03.15 waktu setempat. Serangan membabi-buta itu menewaskan 15 orang dan melukai puluhan pejalan kaki lainnya.

FBI menuduh seorang warga negara AS dengan bendera ISIS sebagai pelaku yang disebut telah bertekad melakukan pembantaian dengan menabrakkan truk pikap ke kerumunan orang dan menembak warga di jalan.

Mengutip AFP, FBI mengidentifikasi penyerang sebagai Shamsud-Din Jabbar, warga Texas berusia 42 tahun. Dia diketahui sebagai seorang veteran Angkatan Darat AS yang telah diberhentikan dengan hormat.

Dia disebut bekerja sebagai seorang agen real estat di Houston dan pernah bertugas sebagai spesialis TI di militer. Para pejabat mengatakan mereka sedang mencari kaki tangannya, tetapi tidak memberikan banyak detail.

Polisi menggambarkan Jabbar sebagai teroris, sedangkan FBI mengatakan bendera ISIS ditemukan di dalam kendaraan itu dan tengah mencari afiliasi pelaku dengan organisasi teroris.Para pejabat mengatakan perburuan sedang berlangsung.

Agen FBI memperingatkan pihak berwenang tidak yakin Jabbar bertanggung jawab sepenuhnya. “Kami sedang memburu beberapa orang jahat,” tegas Gubernur Louisiana Jeff Landry.

Pelaku tabrak dan tembak pejalan kaki, Shamsud-Din Jabbar di French Quarter, Lousiana, New Orleans, AS pada Rabu (1/1/2025) pagi. FOTO/AFP

Sementara itu, Pentagon mengatakan Jabbar telah bertugas di Angkatan Darat sebagai spesialis sumber daya manusia dan spesialis TI dari tahun 2007 hingga 2015. Dia kemudian di cadangan angkatan darat hingga tahun 2020.

“Dia dikerahkan ke Afghanistan dari Februari 2009 hingga Januari 2010,” kata seorang juru bicara angkatan darat, seraya menambahkan bahwa ia berpangkat Sersan Staf di akhir masa tugasnya.

Sebelumnya, tersangka menabrakkan truk pikap listrik Ford F-150 putih ke sekelompok pejalan kaki, lalu keluar dan tewas dalam baku tembak dengan polisi. Dua bom rakitan ditemukan di mobil dan telah dinetralisir. “Pria ini mencoba menabrak orang sebanyak mungkin,” kata Kepala Polisi Anne Kirkpatrick kepada wartawan.

“Mengemudi dengan kecepatan sangat tinggi dan dengan cara yang sangat disengaja… dia bertekad menciptakan pembantaian dan kerusakan yang ditimbulkannya,” tambah Kirkpatrick.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintahnya tidak akan mentoleransi serangan apa pun terhadap komunitas. Presiden terpilih Donald Trump segera mengaitkan serangan itu dengan imigrasi ilegal, tanpa memberikan bukti, dalam sebuah pernyataan yang dibuat sebelum pihak berwenang menjelaskan tersangka adalah warga AS.

Sementara itu seorang saksi, Zion Parsons, mengatakan melihat kejadian langsung. Menurutnya hal-hal berubah menjadi pemandangan yang mengerikan. “Cara terbaik yang dapat saya gambarkan, sudah seperti zona perang,” katanya kepada CNN International.

“Ada mayat dan darah serta semua sampah,” tambahnya. “Orang-orang ketakutan, berlarian, berteriak,” ujarnya. Saksi lain, Jimmy Cothran, mengatakan kepada ABC sempat terjadi kekacauan dan kepanikan. Dia mengatakan banyak mayat di mana-mana.

“Kami langsung menghitung, menurut saya, 10 mayat, enam di antaranya jelas-jelas meninggal, dan yang lainnya berteriak-teriak tanpa ada orang di sekitar,” katanya.

New Orleans telah menjadi salah satu tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi di AS. Pada tanggal 9 Februari 2025 akan menjadi tuan rumah pertandingan Super Bowl NFL, salah satu acara olahraga terbesar tahun ini.

Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum kota itu dijadwalkan menjadi tuan rumah Sugar Bowl, pertandingan sepak bola perguruan tinggi besar yang menampilkan tim dari University of Georgia dan Notre Dame. Pertandingan itu ditunda selama 24 jam.

Menurut keterangan kota, penjagaan polisi sudah ketat selama liburan Tahun Baru, karena pihak berwenang bersiap menghadapi kerumunan besar. Departemen kepolisian kota telah mengumumkan penambahan staf 100%, dengan tambahan 300 petugas yang membantu dari lembaga penegak hukum mitra, termasuk yang menunggang kuda dan menggunakan unit yang tidak bertanda.(Muh/*)

Exit mobile version