Daerah

Toyota Eco Youth Sambangi Anak Muda Sabang, Ada Potensi Pertanian dan Sampah Plastik

518
×

Toyota Eco Youth Sambangi Anak Muda Sabang, Ada Potensi Pertanian dan Sampah Plastik

Sebarkan artikel ini
Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (kiri) Nandi Julianto dan Direktur Operasional PT Dunia Barus, Afriadi Muhammad (kanan) berpose bersama di Aula SMAN 2 Sabang, Kamis (7/8/2025). FOTO/FB

posaceh.com, Sabang – Toyota Eco Youth mengunjungi Sabang dengan melihat potensi besar di sektor pertanian dan pengelolaan sampah plastik.

Kegiatan difokuskan di SMAN 2 Sabang
untuk mendorong peran aktif generasi muda Indonesia melalui program Toyota Eco Youth (TEY) yang telah berjalan selama dua dekade.

TEY menyambangi generasi muda mulai dari timur ke barat Indonesia. Kali ini, didampingi Afriadi Muhammad, Direktur Operasional PT Dunia Barusa.

Kunjungan simbolik ke Kota Sabang dilakukan oleh Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julianto.

Nandi menyampaikan program ini diharapkan dapat menjangkau dan diikuti oleh seluruh siswa di penjuru Indonesia, termasuk daerah terluar seperti Sabang dan Merauke, deperti dikutip dari rri.co.id.

“Toyota Eco Youth sudah berjalan 20 tahun, dan kita ingin program ini benar-benar dirasakan oleh seluruh pelajar di Indonesia. Kunjungan ke Sabang ini merupakan simbol bahwa dari ujung barat ke timur, semangat peduli lingkungan harus menyebar merata,” ujar Nandi, Kamis (7/8/2025).

Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa, sekaligus penjaga bumi yang merupakan titipan. Untuk itu, TEY hadir sebagai wadah untuk menggerakkan mereka agar peduli terhadap permasalahan lingkungan di sekitar, sekaligus menumbuhkan inovasi dalam mencari solusi yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Kalau kami kunjungan sudah beberapa kali, tapi sebagai dalam bentuk mencari Bintang ini pertama kali. Sabang ini mungkin terluar, tapi bukan berarti tidak bisa jadi pusat kemajuan. Justru harapan kami, anak muda di sini bisa membawa perubahan untuk kota dan lingkungannya,” ungkapnya.

Optimisme pun disampaikan terkait dampak jangka panjang TEY. Nandi mencatat, hingga kini lebih dari 200 proyek yang lahir dari program ini masih terus berjalan dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, TEY bukan hanya kompetisi, tetapi gerakan nyata membangun Indonesia dari sektor lingkungan.

Meski belum menjelajahi Sabang secara menyeluruh, Nandi melihat potensi besar yang bisa dikembangkan di pulau tersebut.

“Saya lihat peluang di bidang pertanian dan pengelolaan sampah plastik sangat mungkin dikembangkan di sini. Karena Sabang adalah pulau tersendiri, justru bisa jadi contoh pengelolaan sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Muh/*)