posaceh.com, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meninjau langsung sejumlah proyek pembangunan di Kota Banda Aceh yang saat ini tengah dikebut pengerjaannya, Minggu (8/11/2026).
Peninjauan sejumlah proyek pembangunan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin ST MT dan sejumlah kepala dinas terkait, serta dilakukan untuk memastikan seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak, mengingat saat ini telah memasuki November 2026.
Sejumlah lokasi yang dikunjungi Illiza di antaranya pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh Academy, revitalisasi Taman Bustanussalatin, pembangunan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, serta kawasan eks Terminal Keudah.
Sentra IKM Ulee Lheue merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Banda Aceh yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri kecil dan menengah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
FOTO/ ABDUL HADI
Dalam kesempatan tersebut, Illiza mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan setiap proyek yang telah dikontrakkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
“Ini sudah memasuki bulan November. Ada pekerjaan yang harus selesai pada akhir Desember, ada juga yang masa kontraknya tinggal 27 hari lagi. Jika memang harus dilakukan perpanjangan waktu, tentu harus kita lihat dan ukur secara cermat. Intinya, kita terus mengejar agar seluruh pekerjaan ini selesai tepat waktu,” ujar Illiza.
Lebih lanjut Wali Kota menjelaskan, Sentra IKM Ulee Lheue nantinya akan difungsikan sebagai pusat pengembangan UMKM di Banda Aceh. Kawasan tersebut akan dilengkapi dengan kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), kantor ketenagakerjaan, serta ruang bagi komunitas UMKM untuk beraktivitas dan mengembangkan usaha.
Selain itu, kawasan Sentra IKM juga akan menjadi pusat pelatihan bagi pelaku UMKM yang terintegrasi dengan Banda Aceh Academy. Bahkan, pada 2027 mendatang, pemerintah kota Banda merencanakan pembangunan laboratorium parfum.
FOTO/ ABDUL HADI
Sementara itu, Banda Aceh Academy akan dilengkapi ruang-ruang kelas dan teater yang difungsikan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas anak muda masyarakat Banda Aceh.
Untuk revitalisasi Taman Bustanussalatin, Illiza menyebutkan kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi museum digital serta dilengkapi kedai kopi (coffee shop) dengan konsep yang mengangkat nuansa kerajaan Sultan Iskandar Muda.
Pengembangan kawasan itu juga dirancang sebagai bagian dari satu kesatuan kawasan wisata dan sejarah yang terhubung dengan Masjid Raya Baiturrahman. “Insya Allah semua proyek ini siap tepat waktu dan dimanfaatkan oleh warga kota,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh.(Hadi)
