Parlementaria

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Pemko Optimalkan Kampung KB

1788
×

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Pemko Optimalkan Kampung KB

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, H Isnaini Husda SE berbincang dengan Kepaka DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida SH diruangkerjanya, beberapa waktu lalu. FOTO/ ABDUL MUIZ

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, H Isnaini Husda SE, mendorong upaya Pemerintah Kota Banda Aceh meningkatkan ekonomi keluarga dan menciptakan keluarga kecil berkualitas melalui Kampung Keluarga Berkualitas (KB).

Isnaini menyatakan, jika pihaknya mengapresiasi sejumlah progam pemerintah, yang salah satunya bertujuan melaksanakan pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami dukung program kampung KB ini. Namun tak bisa dipungkiri jika kerjasama lintas elemen sangat diperlukan agar program ini bisa lebih dioptimalkan,” katanya, Jum’at (25/3/2022).

Menurutnya, program itu hendaknya tak hanya terbatas dalam menangani permasalahan dan upaya pengendalian penduduk semata. Tetapi pembangunan lintas sektor harus diperhatikan.
“Inilah mengapa dukungan satu sama lain dalam mengisi berbagai kegiatan di Kampung KB ini sangat diperlukan,” sambungnya.

Dikatakan, Kampung KB memiliki tujuan sebagai kampung masyarakat yang sehat dan memiliki produktivitas. Program seperti ini tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Banda Aceh, bila tidak ditunjang program lain seperti dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan dinas lainnya.
“Jadi harus terintegrasi dalam mendukung program ini,” imbuhnya.

Selain itu, keberadaan kampung KB, jelas Isnaini, dinilai penting selain untuk edukasi pengendalian penduduk juga dibutuhkan sebagai sarana edukasi mempersiapkan pernikahan, dilanjutkan dengan pendidikan saat hamil dan seterusnya.
“Keberadaan kampung tersebut beserta kader dibutuhkan sepanjang waktu dan di setiap tahapan masyarakat dalam berkeluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, seiring berjalannya waktu, Kampung KB akan sangat dibutuhkan terutama untuk merancang kesiapan masyarakat untuk berkeluarga.
“Informasi seperti penundaan anak pertama, pemakaian alat kontrasepsi, itu penting untuk pasangan yang sudah atau akan menikah. Karena akhirnya juga semuanya harus kuat di penataran calon pengantinnya,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat juga akan terus diedukasi mengenai Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK). Wawasan yang memadai tentang bagaimana membangun keluarga pun dibutuhkan, karena nantinya akan kembali kepada kehidupan jangka panjang.
“Diantaranya pada pengendalian ketahanan pangan keluarga hingga pengendalian penduduk. Jadi kampung KB ini merupakan pondasi awal pembangunan ekonomi keluarga menuju keluarga kecil berkualitas,” ucap politisi Partai Demokrat ini.

Ia juga mengatakan, kampung KB ini bagian terpenting dalam menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing yang baik serta mencegah angka stunting.
“Bagaimana Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan generasi baru terbaik kalau masih ada stunting. Kalau masih ada stunting, menunjukkan kesehatan di kota tidak bagus. Harus bisa ditekan sampai nol dengan program-program terbaik,” ujarnya.

Dia menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu lama. Hal ini menyebabkan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.
“Maka, pencegahannya sedini mungkin asupan gizi ke anak harus tercukupi. Adanya Kampung KB ini tentu diharap dapat membantu pencegahan stunting ini. Para relawan saya minta ikut menangani ini dan menjaga agar tercipta keluarga berkualitas,” pungkasnya.(Adv)