posaceh.com, Banda Aceh – Tim Pra PORA Aceh Besar yang berjumlah 27 pemain, termasuk tiga kiper sudah sudah siap bertempur dengan tim Bener Meriah, Kota Lhokseumawe dan tuan rumah Bireuen yang tergabung dalam Grup C.
Para pemain kembali berlatih di Lapangan Matador, Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar pada Rabu (25/6/2025) sore sebelum berangkat ke Bireuen pada Jumat (27/6/2025) pagi.
Pelatih Mukhlis Nakata bersama T Helza Rahmad dan asisten M Hidayat kembali menggembleng pemain untuk mempertajam seluruh sektor, sehingga akan tampak padu dan solid saat bertanding nantinya.
Latihan dimulai dengan pemanasan, lari keliling lapangan dan sprint atau lari cepat jarak pendek dan menendang bola sesama pemain dengan suasana gembira. Khususnya, saat playgame dalam kelompok yang sudah biasa dilaksanakan dalam latihan sebelumnya.
Gelak tawa pemain meledak, saat seorang pemain gagal mengoper bola dan berganti sebagai pemain penghadang operan bola. Kondisi itu tidak berlangsung lama, dilanjutkan dengan latihan skema serangan dan bertahan.
Pelatihan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tetap berjalan dengan serius, pemain terus mengikuti instruksi pelatih dalam melakukan serangan, sehingga menjadi gol. Berbagai skema diterapkan, sehingga akan lebih mudah menghadapi hadangan lawan saat satu serangan gagal, maka diterapkan pola lain.
Latihan setengah lapangan dilanjutkan dengan satu lapangan penuh dengan pemain dibagi dalam dua tim. Pemain harus menerapkan pola latihan sebelumnya dalam melaksanakan serangan dan juga bertahan.
Masing-masing tim berhasil menyarangkan gol, dengan permainan sudah menarik dilihat, walau bertempur dengan teman sendiri. Bahkan, ada pemain yang terjatuh karena benturan, tetapi tidak menyebabkan cedera.
Seusai latihan satu lapangan ini, maka pelatih akan dapat melihat kemampuan pemain di seluruh sektor yang nantinya menjadi line-up 11 pemain untuk diturunkan dalam laga pertama melawan Bener Meriah pada Sabtu (28/6/2025) sore di Bireuen.
Sementara itu, pelatihan kiper juga dilaksanakan oleh asisten Zikri, menggantikan Rahmanuddin yang harus membantu salah satu tim tarkam Aceh Besar bertanding. Dalam latihan sederhana ini, kiper diberi porsi latihan lebih ringan, tetapi terarah.
Seperti menangkap bola hasil tendangan datar dan melambung melalui berbagai sisi. Dari pantauan, kepiawaian kiper sudah tidak perlu diragukan lagi dalam mengamankan gawang, sebagai pertahanan terakhir tim Pra PORA Aceh Besar.
Salah seorang kiper mengaku sudah siap membela Aceh Besar di Bireuen. Kiper satu ini dalam berbagai uji coba sempat melakukan kesalahan, tetapi secara bertahap sudah mampu diperbaikinya, sehingga kesigapan dan kecekatan menangkap bola sudah baik.(Muh)
