posaceh.com, Banda Aceh – Tiga putra terbaik Aceh kini dipercaya menduduki jabatan strategis di jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), khususnya di lingkungan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM).
Ketiga putra daerah tersebut adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Mahesa Fitriadi sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigjen TNI Ali Imran sebagai Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM), serta Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal sebagai Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa.
Kepercayaan pimpinan TNI AD kepada ketiga perwira asal Tanah Rencong ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh. Ketiganya memiliki rekam jejak panjang dalam dunia militer dan telah menduduki berbagai jabatan penting, baik di satuan tempur, intelijen, teritorial maupun staf.
Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Pidie yang Dipercaya Memimpin Kodam IM
Brigjen TNI Mahesa Fitriadi merupakan putra kelahiran Kota Bakti, Kabupaten Pidie, Aceh, pada 28 Oktober 1973.
Ia dipercaya menjabat Pangdam Iskandar Muda menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Manajemen Sistem Pertahanan Negara.
Mahesa bukan sosok baru di lingkungan Kodam Iskandar Muda. Sebagian perjalanan karier militernya justru dihabiskan di tanah kelahirannya, Aceh.
Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Komandan Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda, Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Wakil Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda, Komandan Kodim 0101/Banda Aceh, hingga Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda.
Sebelum dipercaya memimpin Kodam Iskandar Muda, Mahesa menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda sejak Februari 2026.
Dari sisi pendidikan militer, Mahesa pernah mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Tiongkok pada 2012 serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2019.
Selain pendidikan militer, ia juga menyelesaikan pendidikan sarjana Administrasi Publik pada 2004 dan magister Manajemen pada 2022.
Pengalaman panjangnya dalam berbagai penugasan di Aceh menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Pangdam Iskandar Muda.
Brigjen TNI Ali Imran, Putra Banda Aceh dengan Pengalaman Kopassus dan Intelijen
Sementara itu, jabatan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda kini dipercayakan kepada Brigjen TNI Ali Imran, putra asli Banda Aceh yang lahir pada 9 Juni 1978.
Ali Imran merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 dari kecabangan Infanteri dengan pengalaman panjang di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Putra pasangan M. Yusuf Syah dan Rohani tersebut menghabiskan masa pendidikan dasarnya di Banda Aceh.
Ia merupakan lulusan SD Negeri 28 Banda Aceh tahun 1991, SMP Negeri 4 Banda Aceh tahun 1994, dan SMA Negeri 3 Banda Aceh tahun 1997.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Ali Imran melanjutkan pendidikan di Akademi Militer hingga lulus pada 2000. Ia juga menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta, pada 2014.
Dalam perjalanan karier militernya, Ali Imran telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan, antara lain pendidikan kecabangan Infanteri, Komando, pendidikan lanjutan perwira Infanteri, serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 2014.
Karier militernya dimulai sebagai Perwira Pertama Pusat Kesenjataan Infanteri pada 2000, sebelum bertugas di Kopassus pada 2001.
Di Korps Baret Merah, Ali Imran dipercaya menduduki berbagai jabatan, mulai dari Komandan Peleton, Komandan Kompi, hingga sejumlah jabatan di bidang operasi khusus dan intelijen.
Pengalamannya semakin luas ketika mendapat penugasan di Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), hingga Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad).
Sejumlah jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Komandan Detasemen Markas Paspampres pada 2019, Komandan Kodim 0506/Tangerang pada 2022, serta sejumlah jabatan strategis di Pusintelad pada 2023.
Pada 2024, Ali Imran dipercaya menjabat Danrem 011/Lilawangsa yang bermarkas di Lhokseumawe, Aceh.
Pengalaman memimpin Korem 011/Lilawangsa tersebut semakin memperkuat rekam jejak kepemimpinannya sebelum akhirnya mendapat kepercayaan sebagai Kasdam Iskandar Muda dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI.
Dalam kehidupan keluarga, Ali Imran menikah dengan Dini Hidayati dan dikaruniai tiga anak.
Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, Putra Pidie yang Kini Pimpin Korem 011/Lilawangsa
Sosok putra Aceh lainnya yang mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis adalah Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal.
Perwira menengah TNI AD ini dipercaya menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa, salah satu komando kewilayahan penting di bawah Kodam Iskandar Muda.
Teuku Mustafa Kamal lahir di Kampong Barat, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, pada 10 September 1979.
Ia mengawali pendidikan di SD Negeri Desa Paloh, Kabupaten Pidie, dan lulus pada 1991. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di MTsS Jeumala Amal hingga 1994 dan MAS Jeumala Amal hingga 1997.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Teuku Mustafa Kamal memilih jalur pengabdian sebagai prajurit TNI AD dengan mengikuti pendidikan di Akademi Militer.
Ia kemudian dilantik sebagai perwira pertama TNI AD dengan pangkat Letnan Dua pada 1 Desember 2001.
Sepanjang perjalanan karier militernya, Teuku Mustafa Kamal telah menduduki berbagai jabatan penting, baik di satuan tempur maupun satuan teritorial.
Kariernya antara lain dimulai sebagai Komandan Peleton di Grup 2 Kopassus, kemudian Komandan Kompi Bantuan Yonif 112/Dharma Jaya, serta Komandan Koramil 15/Meuraxa di jajaran Kodim 0101/Aceh Besar.
Ia juga pernah dipercaya menjabat Komandan Kodim 1608/Bima di bawah Korem 162/Wira Bhakti serta Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti.
Selain memiliki pengalaman di satuan tempur, Teuku Mustafa Kamal juga pernah menduduki sejumlah jabatan staf, di antaranya Kepala Seksi Operasi Korem 062/Tarumanagara, Wakil Kepala Jasmani Kodam IX/Udayana, serta Wakil Asisten Operasi Kasdam Iskandar Muda.
Pada 27 Agustus 2024, ia mendapat kepercayaan menjabat Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM).
Pengalaman tersebut semakin memperkaya kemampuan kepemimpinannya, khususnya dalam bidang komunikasi publik, pembinaan teritorial, serta hubungan TNI dengan masyarakat.
Kini, Teuku Mustafa Kamal dipercaya mengemban amanah sebagai Danrem 011/Lilawangsa yang memiliki wilayah tanggung jawab di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.
Kebanggaan bagi Masyarakat Aceh
Keberadaan tiga putra daerah Aceh pada posisi strategis di lingkungan Kodam Iskandar Muda menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan militer di Tanah Rencong.
Ketiganya memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman penugasan, serta perjalanan karier yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki ikatan kuat dengan daerah asalnya.
Brigjen TNI Mahesa Fitriadi dengan pengalaman panjang di bidang teritorial, Brigjen TNI Ali Imran dengan latar belakang Kopassus dan intelijen, serta Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dengan pengalaman di satuan tempur, teritorial, dan penerangan, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan Aceh.
Kehadiran ketiga perwira tersebut juga diharapkan semakin memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat Aceh, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanah Rencong untuk terus berprestasi dan mengabdi kepada bangsa dan negara.(Hadi)











