posaceh.com, Jakarta – Suzuki resmi memperkenalkan e-Sky, mobil listrik pertamanya di segmen Kei Car atau mobil mungil khas Jepang.
Dibanderol mulai 2,12 juta yen atau setara Rp 13,4 juta, model ini ditargetkan menjadi mobil listrik Kei Car paling terjangkau di Negeri Sakura.
Meski sudah lama mendominasi pasar Kei Car di Jepang, kehadiran e-Sky menandai langkah resmi Suzuki untuk terjun ke segmen mobil listrik.
Menariknya, Suzuki menggandeng BYD untuk mengembangkan kendaraan ini, terutama dengan memanfaatkan teknologi baterai dari pabrikan asal China tersebut.
Suzuki menyebut e-Sky dibangun menggunakan platform khusus mobil listrik yang baru dikembangkan. Mobil mungil ini juga dibekali sistem penggerak e-Axle racikan Suzuki sendiri.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Dengan baterai tersebut, Suzuki e-Sky diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 km berdasarkan pengujian WLTP.
Sebagai pembanding, BYD Racco yang menjadi salah satu rivalnya menawarkan baterai LFP 22,4 kWh pada varian terendah dengan jarak tempuh 210 km berdasarkan standar WLTC.
Sementara itu, varian yang lebih tinggi dibekali baterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh mencapai 320 km berdasarkan standar yang sama.
Perbedaan jarak tempuh kedua model tersebut turut dipengaruhi oleh bobot kendaraan.
Suzuki e-Sky memiliki berat 1.030 kg, sedangkan BYD Racco berbobot 1.160 kg untuk versi baterai 22,4 kWh.
Pada varian baterai 35,84 kWh, bobotnya meningkat menjadi 1.220 kg atau 1.230 kg, tergantung varian.
Dari segi dimensi, Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm.
Jarak sumbu rodanya mencapai 2.460 mm. Sementara BYD Racco memiliki panjang dan lebar yang sama, tetapi lebih tinggi dengan ukuran 1.800 mm serta jarak sumbu roda 2.520 mm.
Suzuki menawarkan e-Sky dalam tiga varian. Model paling rendah ditujukan terutama untuk kebutuhan korporasi dan hanya tersedia melalui sistem pemesanan khusus. Demi menekan harga, varian ini juga tidak dilengkapi fitur pengisian daya cepat.
Suzuki menargetkan penjualan gabungan e-Sky mencapai 1.000 unit per bulan untuk ketiga variannya. Kehadiran mobil ini diharapkan bisa memperluas pilihan kendaraan listrik berukuran mungil dengan harga terjangkau di Jepang. (Muh/*)











