Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd mengalungkan medali kepada pemenang Kejurda Panahan yang digelar di Lapangan Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, 19 – 22 November 2020. Foto : Humas Perpani Aceh.
Laporan : Sudirman Mansyur – Banda Aceh – posaceh.com
Masa pandemi corona virus desease 2019 atau Covid-19 menjelang penghujung 2020, sejumlah pengurus cabang olahraga di Provinsi Aceh telah menggelar kejuaraan yang berskala daerah.
Dengan menerapkan protokol kesehatan (Protkes) yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun, Covid tidak menjadi penghalang suksesnya pagelaran sejumlah event atau kejuaraan daerah (Kejurda) seperti anggar, menembak, soft tenis, atletik, panahan dan muaythai.
Menyesuaikan dengan kondisi pandemi dan penerapan Protkes, kejuaraan pun dengan jumlah peserta terbatas digelar di kawasan atau lokasi agak tertutup.
Seperti cabang anggar yang menggelar sirkuit terbatas dimulai Agustus dan berakhir September 2020 di GOR KONI Aceh, Banda Aceh. “Menyesuaikan kondisi pandemi, kita buat sirkuit terbatas dan pesertanya berdasarkan yang kita undang,” ujar Ketua Umum Pengprov Ikasi Aceh, M Nasir Syamaun, SIP, MPA.
Begitu juga gelaran Kejurda Atletik dengan jumlah nomor terbatas, hanya memperlombakan lari 100 dan 400 meter digelar di lintasan atletik dalam Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, 21 – 22 November 2020.
Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang, KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma yang membuka event tersebut, mengapresiasi Pengprov PASI Aceh yang mampu menggelar Kejurda di tengah pandemi dengan tetap mengikuti Prokes, sehingga atlet tidak terpapar Covid.
Dukung Protkes
Mendukung penerapan Protkes dalam pelaksanaan kejuaraan soft tenis Aceh, Ketua Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) atlet Aceh menuju PON XX/2021 Papua, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd usai membuka event itu di Lapangan Bhayangkara, Lamteumen, Banda Aceh, Minggu (15/11/2020), menyerahkan alat pelindung diri (APD) bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kepada atlet soft tenis Aceh.
Bachtiar mengatakan, paket alat pelindung diri berupa masker, hand sanitizer dan vitalong C dari Kemenpora sangat membantu atlet soft tenis Aceh menerapkan Protkes dalam menjalani latihan dan mengikuti kejuaraan.
Ia meminta para atlet tetap mematuhi, mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah untuk mencegah Covid-19 yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari keramaian/kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun (4 M).
Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh ini menyebutkan, dengan 4 M, berolahraga, istirahat cukup, makan teratur serta bergizi sebagai suatu upaya tidak terpapar virus corona.
“Virus corona benar ada dan nyata, supaya tidak terpapar patuhi dan ikuti protokol kesehatan, rajin berolahraga, cukup istirahat dan makan teratur serta bergizi,” kata Bachtiar yang sempat terpapar virus asal Wuhan, China ini sekitar Oktober lalu dan sekarang telah sembuh.
Ia sendiri tidak tahu di tempat mana dan dari siapa terkena Covid-19. Oleh karena itu, ia mengingatkan ikuti dan patuhilah selalu protokol kesehatan.
Semangat Berlatih di Masa Pandemi
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pengprov Pesti) Aceh, Heri Laksana mengatakan, kejuaraan Soft Tennis Aceh menerapkan Protkes.
Ia menyebutkan, atlet – atlet soft tenis binaan KONI Aceh selama ini serius dan semangat berlatih dalam Pelatda meski di tengah ancaman badai virus corona.
Dengan menerapkan Protkes cegah Covid-19, sehingga tidak menjadi penghalang dan memudarkan keseriusan serta semangat atlet soft tenis Aceh berlatih. “Kita tetap berharap soft tenis dipertandingkan di PON XX/2020 di Papua,” ujarnya.
Protkes Bagian Prioritas
Sementara itu pada Kejurda Panahan, Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd menyatakan, menerapkan Prokes dan digelar di Lapangan Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.
Nyak Amir menyebutkan, menyangkut penerapan Prokes bagian prioritas yang sudah dibahas dalam rapat-rapat persiapan dan kesiapan pelaksanaan Kejurda.
“Dalam setiap pertemuan dan rapat pengurus yang juga panitia, kita juga bahas penerapan serta pengaturan Prokes saat berlangsungnya perlombaan panahan pada Kejurda,” ujarnya.
Katanya dengan menerapkan protokol kesehatan, gelaran Kejurda bisa berjalan dengan baik,” sebut Nyak Amir yang juga seorang akademisi olahraga Universitas Syiah Kuala ini.
Sebutnya, Perpani Aceh sebagai penyelenggara Kejurda menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD) yakni berupa masker dan hand sanitizer. “Masker, hand sanitizer kita bagikan kepada peserta pada saat sebelum dimulainya perlombaan,” katanya.
Begitu juga, sebutnya, sebagai mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaannya jugadiatur jarak dan tanpa kerumunan di lokasi perlombaan.
Komit Terapkan Prokes
Katanya, Pengprov Perpani Aceh komit mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam menggelar event di masa pandemi virus corona ini
Komitmen tersebut diwujudkan Pengprov Perpani Aceh dengan menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Kemenpora RI kepada seluruh atlet, pelatih dan official peserta kejuaraan daerah (Kejurda) saat technical meeting di Lapangan Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (19/11/2020).
Nyak Amir mengatakan, bantuan APD cegah Covid-19 bantuan dari Kemenpora dan Pengprov Perpani berupa masker, hand sanitizer dan vitamin diberikan kepada atlet, pelatih, official, wasit yang terlibat di Kejurda, peserta rapat kerja (Raker) dan wartawan olahraga yang meliput event tersebut.
“Alat pelindung diri bantuan dari Kemenpora dan dari Pengprov Perpani Aceh kita serahkan kepada seluruh peserta Kejurda melalui Pengurus Perpani kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.
Ia mengatakan, Prokes juga suatu syarat bagi semua peserta, pelatih, wasit dalam Kejurda ini. “Kita komit menerapkan Prokes dalam menggelar kegiatan dan event di tengah pandemi ini,” katanya.
Disebutkan, melalui Kejurda panahan ini dapat ikut mendorong semangat beraktivitas dan berkompetisi olahraga di tengah badai virus corona, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Seperti diketahui berbagai upaya dilakukan KONI Aceh, agar atlet Aceh menjalani Pelatda PON Papua tidak terpapar virus corona, mulai dari menerapkan protokol kesehatan, memberi infus vitamin, madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, Ketua Harian, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak) beberapa waktu juga menyerahkan secara simbolis bantuan APD dari Kemenpora kepada perwakilan cabang olahraga yang atletnya menjalani Pelatda menuju PON Papua.
Sementara itu, dari rapid tes dan swab tes yang juga telah dilakukan terhadap para atlet Pelatda beberapa waktu lalu, hasilnya semua atlet negatif atau tidak terpapar corona. (*)
