posaceh.com, Banda Aceh – Kreator konten asal Aceh, Tarmizi Age atau Mukarram, menilai besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh belum mampu menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan yang merata bagi masyarakat.
Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, mulai dari minyak dan gas bumi, pertambangan mineral, perkebunan, hingga sektor kelautan. Berbagai komoditas unggulan seperti emas, batu bara, nikel, kopi, minyak nilam, kelapa sawit, serta hasil perikanan menjadi modal besar bagi pembangunan daerah.
“Sayangnya, kekayaan alam yang melimpah itu belum mampu membuat rakyat Aceh hidup lebih bahagia dan sejahtera,” ujar Tarmizi Age, di Banda Aceh, Senin (13/7/2026).
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Finlandia, negara tempat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian Aceh pada 2005, yang selama beberapa tahun terakhir menempati posisi teratas dalam *World Happiness Report*. Menurutnya, meski sumber daya alam Finlandia didominasi hutan, industri kayu, mineral, dan sumber daya air, negara itu mampu menghadirkan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat yang tinggi.
Tarmizi juga menyoroti besarnya potensi mineral Aceh yang mencakup puluhan jenis komoditas logam, mineral bukan logam, batuan, hingga cadangan batu bara yang telah dieksploitasi di sejumlah wilayah. Selain itu, potensi minyak dan gas, termasuk di Blok Andaman, dinilai dapat menjadi penggerak utama peningkatan ekonomi daerah apabila dikelola secara optimal.
Tarmizi Age berharap kekayaan sumber daya alam Aceh, yang diperkuat dengan hasil perdamaian, benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan masyarakat sangat sederhana, yakni agar kekayaan alam Aceh dan hasil perdamaian benar-benar menghadirkan kemakmuran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat hingga ke pelosok perkampungan,” pungkasnya.(Why)











