posaceh.com, Kota Jantho – Pengalaman berharga dirasakan T. Ardavan Isda, siswa SMP Darul Quran Aceh , Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, setelah mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.
Selama sepekan, 13–20 Agustus 2026, T. Ardavan tidak hanya mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, tetapi juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang memperluas pergaulan sekaligus mengajarkannya tentang kemandirian dan menghargai keberagaman.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah bisa mendapatkan teman-teman baru dari berbagai provinsi, seperti Papua, Maluku, dan daerah lainnya. Saya juga belajar menjadi lebih mandiri serta menghargai dan menghormati teman-teman yang memiliki latar belakang daerah maupun agama yang berbeda,” kata T. Ardavan, pada Senin (24/8/2026).
Jamnas XII diikuti 19.833 peserta yang tergabung dalam 41 kontingen, terdiri atas Kwartir Daerah dari seluruh Indonesia, Gugus Depan perwakilan Indonesia di luar negeri, serta kontingen dari sejumlah negara sahabat. Jika ditambah panitia, pembina pendamping, pimpinan kontingen dan unsur pendukung lainnya, jumlah warga perkemahan mencapai hampir 25 ribu orang.
Kwartir Cabang (Kwarcab) Aceh Besar sendiri mengirimkan 27 peserta, terdiri atas 13 putra dan 14 putri untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.
Bagi T. Ardavan, pengalaman di perkemahan juga menjadi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Jauh dari rutinitas di rumah, ia harus mampu mengatur kebutuhan pribadi, menjaga perlengkapan, mengikuti jadwal kegiatan, dan menyelesaikan berbagai tugas bersama kelompok.
“Selama di perkemahan, saya belajar untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain. Saya harus mengurus kebutuhan sendiri, menjaga barang-barang pribadi, disiplin mengikuti kegiatan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Hal-hal sederhana seperti itu membuat saya lebih mandiri,” ujarnya.
Tidak hanya soal kemandirian, Jamnas juga mengajarkan Ardavan bagaimana menghadapi berbagai persoalan bersama teman- teman yang memiliki karakter dan kebiasaan berbeda.
“Kadang ada perbedaan pendapat, kelelahan, atau perubahan kegiatan yang harus dihadapi. Dari situ saya belajar berdiskusi, mencari solusi bersama, dan saling membantu. Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa setiap masalah bisa diselesaikan kalau kita mau bekerja sama,” katanya.
Menurut T. Ardavan, keberagaman peserta justru menjadi salah satu hal paling menarik selama mengikuti Jamnas XII. Ia melihat langsung bagaimana peserta dari berbagai daerah dapat hidup berdampingan, bekerja sama, dan membangun persahabatan meski memiliki budaya serta kebiasaan yang berbeda.
“Di sini saya belajar bahwa perbedaan bukan untuk membuat kita berjauhan. Justru dari perbedaan itu kita bisa saling mengenal, belajar dan membangun persaudaraan,” tuturnya.
Jambore Nasional XII resmi ditutup pada Kamis 20 Agustus 2026 malam. Bagi Ardavan, berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhir pula pengalaman yang diperoleh. Ia membawa pulang berbagai pelajaran yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan menghargai orang lain.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter T. Ardavan sebagai generasi muda. Dari sebuah perkemahan nasional, ia tidak hanya membawa cerita tentang perjalanan dan teman-teman baru, tetapi juga pelajaran yang dapat terus diterapkan setelah kembali ke Aceh. (Zal)
