Nasional

Surya Paloh Titip Pesan ke Luhut, Minta Jokowi Tidak Cawe-Cawe di Pilpres 2024

1551
Jokowi dan Surya Paloh di HUT Partai NasDem. ©2021 Merdeka.com

posaceh.com – Ketua Umum Surya Paloh menyampaikan rasa senangnya terkait sikap Presiden Joko Widodo pada Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat pertemuan di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (5/5). Kegelisahan Surya Paloh itu terkait langkah Jokowi yang ikut cawe-cawe dalam urusan Pilpres 2024.

Surya Paloh meminta Presiden Jokowi memposisikan dirinya sebagai seorang negarawan. Meski hak politik Jokowi terlibat dalam Pemilu, tetapi sebagai pejabat publik harus bisa membatasi diri sebagai pemilik hak istimewa sebagai presiden.

“Pak Surya melihat bahwa hal-hal yang selama ini berlangsung kalau diamati Pak Surya itu kurang sehat. Bahwa, bahkan disebut tidak sehat kalau begini caranya,” ujar Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto kepada wartawan, dikutip Sabtu (6/5).

“Ya seharusnya, mohon maaf, Presiden sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus kepala negara itu harus memposisikan sebagai negarawan,” jelasnya.

Cara Endorse Jokowi Bukan Hal Baik

Menurut pandangan Surya Paloh dan NasDem, endorse yang dilakukan Jokowi bukan hal yang baik. Ia meminta Jokowi untuk netral sebagai Presiden di Pemilu 2024.

“Bagaimana mengendorse satu per satu itu menurut hemat kita tidak bagus. Dalam konteks cawe-cawe lah kalau bahasa umumnya,” ujar Sugeng.

“(Surya Paloh) menginginkan (Jokowi netral), iya dong. Bukan sekedar menginginkan, bahkan meminta,” tegasnya.

Tanggapan Luhut

Luhut menerima pesan itu saat bertemu dengan Surya Paloh. Pesan itu disampaikan untuk menciptakan kondusifitas menjelang Pemilu 2024.

“Pak Luhut menyerap itu.Bahwa ini tadi bagian dari untuk menciptakan suasanaitas tadi,” kata Sugeng.

Menurut Sugeng, Surya Paloh memberikan pesan tersebut karena sayang dengan Jokowi. Surya Paloh berharap sebagai pengusung sejak tahun 2014, agar Jokowi meninggalkan warisan yang baik sebagai kepala negara.

“Karena tadi pernyataan Pak Surya Paloh, kita semua sayang dengan pak Jokowi, apalagi saya. Menyebut dirinya sendiri lho pak Surya Paloh. Kurang apa, kami lah yang sejak tahun 2014 bukan sekadar pendukung, kami adalah pengusung utama, maka kami tuh ingin Pak Jokowi meninggalkan warisan yang baik. Baik secara ekonomi, politik, sosial, budaya, tata negara dan sebagainya yang intinya berpihak pada konstitusi dan politik moral yang baik,” pungkasnya.(Merdeka.com)

 

 

 

Exit mobile version