posaceh.com, Sigli –Pelaksanaan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada putaran pertama dan putaran kedua di Kabupaten Pidie berjalan dengan baik dan sukses, data pusdatin (estimasi) 92,7 % namun utk pencapaian data real cakupan nya 96,9% dengan cakupan mencapai 177.016 anak.
Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Arika Aboebakar SpOG melalui Juru Bicara Tim Gerak Cepat (TGC) Pidie, Dwi Wijaya merincikan, pada putaran pertama Pemkab Pidie telah melakukan imunisasi untuk anak umur 0 sampai 12 tahun sebanyak 88.372, dan putaran ke dua sebanyak 88.644 capaian Sub PIN Polio mencapai 92,7 % namun utk pencapaian data real cakupan nya 96,9%.
Kemudian, langkah pencegahan penyebaran polio di Pidie, imunisasi polio untuk 2 putaran dengan target pencapaian 95% Pemkab Pidie membangun 3 unit jamban untuk 3 rumah yang menjadi awal mula ditemukan kasus polio.
“Sosialisasi ini secara simultan, yang kami lakukan dengan melibatkan lintas sektor dalam melakukan pelaksanaan imunisasi rutin dalam upaya pencegahan kasus polio, yang hanya bisa di cegah dengan imunisasi,” kata Dwi Wijaya, Jumat (24/2/2023).
Dwi Wijaya melanjutkan, pihaknya menggerakkan masyarakat melibatkan semua sektor yaitu dinas pendidikan, kemenag, camat, TNI, polio, TP PKK, tokoh agama dan masyarakat
“Sementara pelaksanaan teknisnya ada di dinas kesehatan melalui puskesmas, untuk penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) ini rekomemdasi nya ada lah 2 putaran imunisasi polio dengan interval selama satu bulan,” ujar Dwi Wijaya.
Selanjutnya akan di lakukan survei ke rumah-rumah untuk melihat apakah benar anak-anak yang belum di Imunisasi dibawah 5 %, karena target sub pin ini diatas 95%, setelah itu akan di lakukan review kembali oleh Kemenkes, WHO dan Unicef apakah di lakukan pencabutan status KLB polio di pidie
“Kita akan melakukan penanganan pasien yg mengalami kelumpuhan terus di lakukan pemantauan dan fisioterapi,” tutupnya. (Harmadi).











