posaceh.com, Jakarta— Sejumlah agen pemegang merek (APM) mobil mulai menyiapkan strategi penjualan untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan pasar otomotif pada paruh kedua tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan kinerja pasar yang menunjukkan tren positif hingga Juli 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 517.742 unit, meningkat 18,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari 437.544 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan ritel tercatat sebanyak 511.514 unit atau tumbuh 12,3% secara tahunan.
PT Toyota Astra Motor (TAM) masih memimpin pasar otomotif nasional dengan penjualan wholesales sebanyak 155.574 unit pada Januari–Juli 2026.
Capaian tersebut setara dengan pangsa pasar sekitar 30%, sementara penjualan ritelnya mencapai 150.933 unit.
Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma mengatakan pertumbuhan pasar didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk kembali membeli kendaraan hingga kondisi ekonomi makro yang relatif stabil.
“Selain itu, faktor internal juga memiliki pengaruh yang signifikan. Salah satunya adalah bagaimana produk-produk Toyota yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang sangat beragam, baik dari sisi segmen, teknologi, maupun penggunaannya,” ujar Bansar kepada Bisnis, Selasa (11/8/2026).
Dari sisi strategi produk, Toyota turut mengandalkan kendaraan elektrifikasi untuk mempertahankan kinerja penjualan.
Salah satunya Veloz Hybrid EV yang telah mencatatkan lebih dari 16.000 SPK sejak perdana diperkenalkan hingga Juli 2026.
Adapun sejumlah model yang menjadi kontributor utama penjualan Toyota antara lain Kijang Innova, Avanza dan Veloz, Calya, Rush, serta Hilux.
Perseroan juga masih mempertahankan proyeksi positif terhadap pasar otomotif hingga akhir tahun.
“Terkait outlook industri, kami optimistis dan mengikuti forecast Gaikindo hingga akhir 2026. Kami berharap momentum positif dari GIIAS dapat terus berlanjut dan turut mendorong pasar otomotif nasional pada semester kedua tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyesuaikan strategi penjualan dengan perkembangan pasar melalui penyegaran produk, penyesuaian harga, serta program penjualan.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan perusahaan juga memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual untuk meningkatkan akses konsumen terhadap produk dan layanan Honda.
“Kami juga terus memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual agar semakin dekat dengan konsumen,” jelas Billy kepada Bisnis, Selasa (11/8/2026).
Sepanjang Januari–Juli 2026, Honda membukukan penjualan ritel sebanyak 27.554 unit.
Honda Brio, HR-V, dan WR-V menjadi tiga model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan perseroan selama periode tersebut.(Muh/*)











