Daerah

SP Aceh Gelar Training Gender untuk Perangkat Gampong di Sabang

2376
×

SP Aceh Gelar Training Gender untuk Perangkat Gampong di Sabang

Sebarkan artikel ini
SP Aceh gelar training gender untuk perangkat gampong SP Aceh Gelar Training Gender untuk Perangkat Gampong di di Aula Hotel Nagoya, Kota Atas, Kota Sabang, Jum'at (25/11/2022). FOTO/DOK SP ACEH

posaceh.com, Sabang – Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, gelar training gender selama 2 hari, kegiatan tersebut digelar dari tanggal 24-25 November 2022 di Kota Sabang. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan, untuk membangun persepsi yang sama terkait konsep keadilan dan kesetaraan gender, partisipasi, perempuan  dan inklusi sosial dalam upaya mewujudkan tata kelola pembangunan gampong yang maju, adil, setara, dan inklusif. Kegiatan tersebut berlangsung secara Luring dan Daring, yang berlangsung di Aula Hotel Nagoya, Kota Atas, Kota Sabang, Jum’at (25/11/2022).

Dosen  Universitas Islam Negeri (UIN) Ar – Raniry Banda Aceh Musdawati dipercayakan sebagai narasumber secara  Daring. Sedangkan fasilitator secara luring, Dewan Pengurus Flower Aceh Abdullah.

Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan komitmen dan kapasitas aparatur gampong, serta tokoh perempuan dalam mengintegrasikan konsep gender dan inklusi sosial, dalam menginisiasi atau merumuskan kebijakan atau peraturan berupa Qanun dan Reusam di gampong.

Musdawati menjelaskan, istilah  gender dalam pembahasan pada kegiatan tersebut merupakan wujud keadilan dan  kesetaraan tanpa adanya pembedaan, baik itu dari laki-laki maupun perempuan.

“Kesetaraan itu sangat penting, hal itu untuk menghindari terjadinya ketidakadilan, baik itu subordinasi, beban ganda, pelebelan, marjinalisasi dan kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Komunitas (BEK) Solidaritas Perempuan Aceh, Rahmil Izzati menegaskan, dalam mendorong perbaikian kebijakan ada beberapa hal yang perlu diperkuat terkait pemahaman kesetaraan dan keadilan gender. Hal itu dikarenakan, dengan pemahaman yang tepat, akan dapat mendorong perubahan kebijakan di tingkat gampong, seperti kebijakan yang lebih adil dan setara bagi perempuan. Perlu perspektif yang kuat dan sama sebelum berbicara jauh tentang perubahan kebijakan yang melindungi dan mengakomodir kepentingan perempuan.

“Perspektif yang tidak kuat dan tidak sama, akan menimbulkan kesenjangan dan ketidakadilan bagi perempuan. Sehingga, pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan mendorong kebijakan akan pasif,” ucapnya.

Selain itu, Dewan Pengurus Flower Aceh, Abdullah Abdul Muthaleb menerangkan, pelatihan tersebut dilakukan untuk membongkar sudut pandang perangkat gampong, termasuk tokoh perempuan, sebagai bentuk  pemahaman terkait pentingnya memahami gender secara tepat, termasuk prinsip-prinsip yang inklusif dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan gampong.

“Bagi keuchik itu penting sekali, apalagi dari UU Desa secara tegas menyebutkan, ada sejumlah kewajiban Keuchik, dan hal tersebut

untuk melaksanakan kehidupan demokrasi dan berkeadilan gender,” sebutnya.

Kegiatan tersebut, di ikuti oleh keuchik, anggota tuha peut, dan tokoh perempuan, yang berasal dari 4 gampong yang ada di Kabupaten Aceh Besar, yaitu Gampong Lambaro Seubun Kecamatan Lhoknga, Gampong Weubada Kecamatan Montasik, Gampong Krueng Lamkareung Kecamatan Indrapuri, dan Gampong Seumeureng Kecamatan Suka Makmur. (Wahyu Desmi)