posaceh.com, Kota Jantho – SMAN 1 Peukan Bada menggelar workshop menulis bagi siswa kelas X dan XI yang diikuti 33 perwakilan siswa tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan menulis serta menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar, di SMAN 1 Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar , Sabtu (16/5/2026). Kegiatan
Kepala SMAN 1 Peukan Bada, Ahlul Fikri SPdI MPd, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut dan berharap program literasi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Selain menambah wawasan siswa, kegiatan ini juga mampu memotivasi pelajar untuk lebih aktif berkarya melalui tulisan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop menghadirkan Koordinator Komunitas Literasi Pena Negeri Kita (PaNeKa), Rusydi SAg MPd, yang juga alumnus Program Magister Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Aceh, sebagai narasumber.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Menulis yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, M Yani SPdI MPd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program bidang humas untuk mempersiapkan siswa yang memiliki kemampuan di bidang jurnalistik.
“Tim yang sudah terpilih hari ini akan terus kita asah agar mampu menulis dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku,” katanya.
Menurut Yani, workshop tersebut tidak hanya berfokus pada teori menulis, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan praktik jurnalistik siswa sejak dini.
Dalam pemaparannya, Rusydi menyampaikan materi secara interaktif mulai dari teknik dasar menulis, cara menemukan ide tulisan, hingga strategi menyusun artikel dan opini yang menarik. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan praktik menulis yang dipandu langsung oleh narasumber.
Rusydi menegaskan kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan penting di era digital saat ini. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga kemampuan menuangkan gagasan secara tertulis dengan baik dan benar.
“Kemampuan menulis harus terus dilatih sejak dini agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif, dan berani menyampaikan ide melalui tulisan,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, narasumber juga melakukan praktik penulisan berita bersama peserta. Dari hasil latihan tersebut, sekitar 15 siswa dinilai telah mampu menulis berita dengan baik dan berpotensi mendapatkan penguatan lebih lanjut hingga ke tahap kepakaran menulis.(Why)
