
posaceh.com Banda Aceh – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-62 pada 2 September 202, harus benar-benar disikapi untuk berbuat yang nyata untuk memajukan terus mutu dan kualitas pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Aceh, Azizah, S.Pd, M.Pd menyampaikan peringatan Hardikda harus benar-benar disikapi untuk berbuat yang nyata.
“Saat ini Pemerintah Aceh, melalui Kepala Dinas Pendidikan Aceh terus berupaya untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu,” katanya.
Azizah mengatakan, Hardikda Aceh tahun 2021 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Aceh.
Untuk itu, katanya, momentum bersejarah ini harus dijadikan sebagai ajang untuk terus melakukan evaluasi diri. Bukan sekedar duperingati setiap tahunnya.
Namun, sebutnya, perlu dijadikan sebagai ajang mengevaluasi diri. Apalagi, di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang.
“Peran kita semua orang tua, guru dan masyarakat sangat penting, karena pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di sekolah, namun di rumah dan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).
Katanya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Upaya itu, katanya, dilakukan agar SMK dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, profesional, kompetitif, yang siap bersaing di dunia industri dan dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA).
Ia menjelaskan dalam pendidikan formal khususnya pendidikan kejuruan tentu saling berkaitan antara pencipta, penghasil, dan penerima lulusan.
Untuk itu, sebutnya, harus bisa membangun kerjasama yang baik dengan stakeholder terkait, dalam hal ini Industri Dunia Usaha Dunia Kerja (IDUKA).
Saat ini, katanya, terdapat 218 SMK se-Provinsi Aceh. Untuk mencapai tujuan yang tepat dalam mempersiapkan sumber daya manusia jangka panjang sesuai bidang keahlian, SMK tentunya harus memperhatikan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Butuh Kreativitas dan Inovasi
Sementara itu, sebutnya, proses pembelajaran bagi siswa SMK memiliki tantangan berat di masa pandemi Covid-19 ini.
Untuk itu, sebutnya, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dari para pendidik dan stakeholder terkait dalam kelancaran proses pembelajaran beradaptasi sesuai antara kondisi dan kebutuhan pasar.
Meski di masa pandemi, ia sangat bangga dan mengapresiasi semangat para tenaga pendidik yang terus berusaha dan berupaya dengan maksimal membimbing para siswanya. (ora/rpa).