Daerah

Sigap Hadapi Potensi Bencana, PLN UID Aceh Hadirkan Disaster Recovery Center Guna Kawal Keandalan Kelistrikan

19
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjawab wartawan usai memaparkan hal ihwal kelistrikan Aceh dalam Forum Komunikasi dan Dialog Ketenagalistrikan dengan tema "Let's Show The Goodness" di Aula Mata Ie Resort, Kota Sabang, Kamis (20/08/2026) malam. (Foto: Ask/Media Pos Aceh)

​posaceh.com, Sabang – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus berupaya memastikan keandalan pasokan listrik yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai langkah proaktif yang menjadi fokus utama dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, PLN UID Aceh kini telah menghadirkan fasilitas Disaster Recovery Center terintegrasi guna menjamin kelangsungan suplai energi serta mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah Aceh pada saat situasi darurat.

Penegasan tersebut disampaikan General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjawab wartawan usai memaparkan hal ihwal kelistrikan Aceh dalam Forum Komunikasi dan Dialog Ketenagalistrikan dengan tema “Let’s Show The Goodness” di Aula Mata Ie Resort, Kota Sabang, pada Kamis (20/08/2026) malam.

Sejumlah petugas PLN bahu-membahu memikul tiang jaringan listrik secara manual untuk menembus wilayah yang terisolir akibat bencana. Meskipun terdapat 171 titik longsor yang memutus akses jalan darat, PLN terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan di 68 desa tersisa. (Foto: Dok. Humas PLN UID Aceh)

Menurut putra Aceh kelahiran Matang, Kabupaten Bireuen itu, kehadiran fasilitas pusat pemulihan bencana ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam merespons tantangan cuaca ekstrem secara cepat dan terukur.

“Langkah mitigasi ini sangat penting agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman. Disaster Recovery Center yang kami hadirkan ini terintegrasi dengan pihak-pihak terkait seperti BPBA dan BPBD, serta berfungsi sebagai posko utama sekaligus alur komando terpusat dalam penanganan krisis kelistrikan pascabencana,” ujar Eddi.

​Selain membangun pusat pemulihan bencana, PLN juga telah melakukan evaluasi serta perbaikan infrastruktur secara komprehensif di lapangan. Belajar dari insiden robohnya 14 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) akibat cuaca ekstrem sebelumnya, infrastruktur transmisi tersebut kini tengah dalam tahap relokasi permanen untuk menjauh dari kawasan aliran sungai yang rawan, sehingga potensi terdampak bencana alam di masa mendatang dapat ditekan secara signifikan.

​Langkah mitigasi yang kuat ini juga diiringi dengan pembaruan kondisi kelistrikan Aceh yang kini semakin tangguh berkat sinergi berkelanjutan dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (SBU).

Saat ini, pihak UIP SBU tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur backbone jaringan transmisi 275 kV dari Sigli hingga Pangkalan Brandan, serta penyelesaian jaringan dari Tapaktuan menuju Subulussalam guna memperkuat keandalan pasokan di provinsi ini.

Armada pengangkut material PLN berupaya melewati jalur penuh lumpur pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Kerusakan masif pada jembatan penghubung dan akses jalan nasional maupun provinsi menjadi tantangan utama dalam mobilisasi material kelistrikan menuju lokasi-lokasi terdampak. (Foto: Dok. Humas PLN UID Aceh)

​”Dengan dukungan pembangunan infrastruktur jaringan dari rekan-rekan UIP SBU, apabila terjadi gangguan pada satu jalur penyaluran, maka sistem transmisi cadangan akan langsung mengambil alih beban pasokan. Di samping itu, keandalan listrik Aceh juga akan semakin meningkat seiring dengan target beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 80 Megawatt pada tahun ini untuk mendorong kemajuan ekonomi dan investasi daerah,” tambah Eddi.

Segala inovasi mitigasi dan peningkatan keandalan infrastruktur kelistrikan ini merupakan wujud dedikasi PLN untuk terus menerangi negeri serta melayani masyarakat Aceh. Guna memberikan kemudahan akses layanan secara praktis, PLN mengajak seluruh pelanggan untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile, yang siap melayani berbagai kebutuhan mulai dari pengaduan gangguan, permohonan pasang baru, hingga pembayaran tagihan secara cepat langsung dari genggaman. (Ask/Hadi)

Exit mobile version