Daerah

Serangan Jantung Bisa Datang Mendadak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

13
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Emil Fathoni, Sp.JP(K), FIHA, DOK/PRIBADI

posaceh.com, Tapaktuan – Serangan jantung dapat terjadi ketika seseorang sedang bekerja atau beraktivitas seperti biasa. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bisa memicu henti jantung mendadak yang mengancam nyawa jika tidak segera mendapat pertolongan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Emil Fathoni, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.

Kondisi tersebut dapat memicu gangguan irama jantung yang berbahaya. Dalam kasus tertentu, pasien dapat kehilangan kesadaran dan mengalami henti jantung dalam waktu singkat.

“Serangan jantung dapat memicu gangguan irama jantung yang fatal. Dalam hitungan menit, penderita bisa mengalami nyeri dada lalu kehilangan kesadaran dan mengalami henti jantung. Karena itu, kecepatan pertolongan sangat menentukan keselamatan pasien,” jelas dr. Emil kepada Posaceh com, Senin (12/10/2026).

Meski demikian, kematian mendadak tidak selalu disebabkan oleh serangan jantung. Kelainan otot jantung maupun gangguan sistem kelistrikan jantung juga dapat menjadi penyebabnya, termasuk pada orang berusia muda.

Gejala Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala serangan jantung terkadang diabaikan karena dianggap sebagai masuk angin, kelelahan, atau gangguan lambung. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu seseorang memperoleh penanganan lebih cepat.

Emil menjelaskan, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai meliputi nyeri dada seperti ditekan atau tertindih benda berat, nyeri yang menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung, sesak napas, keringat dingin, mual, serta rasa tidak nyaman di ulu hati.

“Jangan anggap semua nyeri dada sebagai masuk angin. Terutama jika disertai sesak napas dan keringat dingin. Segera periksa ke IGD, jangan menunggu nyeri semakin berat,” tegasnya.

Pada penderita diabetes, orang lanjut usia, dan sebagian perempuan, serangan jantung dapat muncul dengan gejala yang tidak khas, bahkan tanpa nyeri dada yang jelas. Sementara itu, henti jantung mendadak juga dapat terjadi tanpa tanda peringatan yang mudah dikenali.

Karena itu, gejala yang mencurigakan perlu mendapat pemeriksaan medis, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau disertai keluhan lain.

Terlihat Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko

Penyakit jantung koroner dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang berarti. Penumpukan plak di dinding pembuluh darah koroner dapat mengalami pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah yang menyumbat aliran darah menuju otot jantung.

Risiko penyakit ini lebih tinggi pada orang yang merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga juga perlu menjadi perhatian.

“Terlihat sehat belum tentu pembuluh darah jantungnya sehat. Jangan menunggu serangan jantung terjadi baru mulai peduli terhadap kesehatan,” ujar Emil.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan berhenti merokok, rutin berolahraga sesuai kemampuan, menjaga pola makan, mempertahankan berat badan ideal, serta memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol secara berkala.

Pemeriksaan kesehatan penting dilakukan meskipun seseorang merasa sehat, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Pertolongan Cepat Menentukan Keselamatan Pasien

Kecepatan penanganan menjadi faktor penting ketika seseorang mengalami serangan jantung. Semakin cepat pasien mendapat pertolongan yang sesuai, semakin besar peluang untuk membatasi kerusakan otot jantung dan menyelamatkan nyawa.

Pada pasien dengan indikasi medis tertentu, dokter dapat melakukan kateterisasi jantung dan pemasangan ring atau stent untuk membuka pembuluh darah koroner yang tersumbat.

Layanan kateterisasi dan pemasangan ring jantung kini tersedia di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan. Fasilitas tersebut memberikan pilihan akses penanganan bagi masyarakat Aceh Selatan dan wilayah Barat Selatan Aceh.

Emil mengatakan, ketersediaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan pasien penyakit jantung koroner. Namun, pasien tetap perlu segera mencari pertolongan ketika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung.

“Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien penyakit jantung koroner. Namun, teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil optimal jika pasien datang terlambat,” jelasnya.

Jika seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri dan tidak bernapas normal, segera hubungi layanan darurat medis. Sambil menunggu bantuan, lakukan resusitasi jantung paru (RJP), terutama kompresi dada, jika mampu melakukannya. Penggunaan alat kejut jantung otomatis (AED), jika tersedia, juga dapat membantu menyelamatkan nyawa.

Jangan Abaikan Tanda Bahaya

Emil mengingatkan, serangan jantung tidak hanya mengancam orang lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada usia produktif. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami gejala dan mengendalikan faktor risiko sejak dini.

Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jika muncul gejala yang mengarah pada serangan jantung, jangan menunda mencari pertolongan medis.

“Ingat, serangan jantung bisa datang tiba-tiba, tetapi banyak faktor risikonya dapat dicegah dan dikendalikan sejak dini,” ujarnya.(Ade)

Exit mobile version