posaceh.com, Roma – Seorang pengusaha wanita yang perusahaannya terkait dengan ribuan pager yang meledak di Lebanon dan Suriah telah mendapat ancaman mati. Dia telah dinasihati oleh dinas rahasia Hungaria untuk tidak berbicara kepada media.
Ibunya Beatrix Bársony-Arcidiacono mengatakan dari Sisilia, Italia, putrinya, Cristiana Bársony-Arcidiacono saat ini berada di tempat yang aman yang dilindungi oleh dinas rahasia Hungaria. Dikatakan, ancaman itu muncul setelah perusahaannya yang berpusat di Budapest dihubungkan dengan perangkat yang digunakan dalam serangan pager secara bersamaan di Lebanon dan Suriah
Dinas Khusus Keamanan Nasional Hungaria membantah klaim tersebut, dengan mengatakan Bársony-Arcidiacono yang lebih muda tidak memenuhi syarat untuk perlindungan tersebut, Tetapi mencatat, dia telah diwawancarai beberapa kali sejak penyelidikan diluncurkan pada Rabu (19/20/2024).
“Hasil investigasi sejauh ini memperjelas bahwa pager tersebut tidak pernah berada di wilayah Hungaria, dan tidak ada perusahaan Hungaria atau pakar Hungaria yang terlibat dalam pembuatan atau modifikasinya!” kata badan tersebut kepada AP melalui email, Minggu (22/9/2024).
Cristiana Bársony-Arcidiacono tidak muncul di depan publik sejak serangan Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024) yang menargetkan pager dan walkie-talkie di Lebanon, menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang, termasuk warga sipil. Hizbullah dan pemerintah Lebanon menyalahkan Israel, yang tidak membenarkan atau membantah keterlibatannya.
Cristiana Bársony-Arcidiacono terdaftar sebagai CEO BAC Consulting yang berkantor pusat di Budapest, yang menurut pemegang merek dagang pager asal Taiwan bertanggung jawab atas pembuatan perangkat tersebut.
Namun, ibunya mengatakan kepada AP, putrinya tidak terlibat dengan cara apa pun dalam rencana mematikan untuk mengubah pager menjadi alat peledak, dan putrinya hanya seorang perantara. “Barang-barang tersebut tidak melewati Budapest, bahkan tidak diproduksi di Hungaria,” katanya, menggemakan klaim pemerintah Hungaria sebelumnya pada pekan ini.
Beatrix Bársony-Arcidiacono tidak segera menanggapi pertanyaan lanjutan tentang perbedaan mengenai apakah putrinya berada di bawah perlindungan pemerintah Hungaria. Sebuah perusahaan Taiwan, Gold Apollo, mengatakan telah memberi wewenang kepada BAC Consulting untuk menggunakan namanya pada pager yang meledak dan perusahaan Hungaria tersebut bertanggung jawab atas produksi dan desainnya.
BAC Consulting berbagi lantai dasar sebuah gedung sederhana di Budapest dengan sejumlah perusahaan lain, tetapi tidak memiliki kantor fisik dan menggunakan properti di ibu kota Hungaria. Seperti perusahaan lain yang berpusat di sana, hanya sebagai alamat resmi, menurut seorang wanita yang keluar dari gedung tersebut awal minggu ini dan menolak disebutkan namanya.
Situs web perusahaan tersebut menyatakan perusahaan tersebut mengkhususkan diri dalam lingkungan, pembangunan, dan urusan internasional. Daftar perusahaan tersebut mencantumkan 118 fungsi resmi termasuk produksi gula dan minyak, penjualan eceran perhiasan, dan ekstraksi gas alam.
Di media sosial, Bársony-Arcidiacono yang lebih muda menggambarkan dirinya sebagai penasihat strategis dan pengembang bisnis yang telah bekerja untuk berbagai organisasi internasional besar serta perusahaan modal ventura. Situs web perusahaannya mengatakan ia memiliki gelar doktor dalam bidang fisika.
Wanita berusia 49 tahun itu menerima gelar dari University College London, tempat ia terdaftar pada awal hingga pertengahan tahun 2000-an, menurut laman LinkedIn-nya. Di sana, ia bekerja dengan Ákos Kövér, seorang fisikawan Hungaria dan profesor yang kini telah pensiun, yang mengonfirmasi pendaftarannya.
Kövér mengatakan dalam email kepada AP: “Pada saat itu, kami juga menerbitkan beberapa artikel bersama. Saya tidak mengetahui kegiatannya yang lain.”
Dia magang di Badan Tenaga Atom Internasional pada 2008 dan 2009, sebagaimana dikonfirmasi oleh badan tersebut, dan pernah ikut menulis makalah untuk konferensi UNESCO yang membahas pengelolaan air bawah tanah.
Dia berbicara dalam bahasa Inggris, Prancis, Italia, dan Hungaria, menurut media sosialnya, Di mana dia terkadang membuat komentar yang mengkritik Ukraina atau mendukung anak-anak di Jalur Gaza, Palestina.(Muh/*)











